Polikant Bikin Pelatihan Pembuatan Kantong dan Gelas Plastik dari Rumput Laut

Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan pada program Matching Fund 2022.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) membikin pelatihan pembuatan kantong dan gelas plastik berbahan dasar rumput laut.

Kegiatan dilaksanakan di Pantai Met Bal Sorbay, Ohoi/Desa Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Sabtu (10/12/2022).

Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan pada program Matching Fund 2022. Ini adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan di dalam dunia industri serta membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Tim Matching Fund yang diketuai Dr. Cenny Putnarubun ini, melibatkan pemerintah daerah setempat dalam hal ini Dinas Pariwisata, serta puluhan mahasiswa dari berbagai Program Studi (Prodi) di Polikant.

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi tentang rumput laut oleh Dr. Nally Erbabley. Ia menjelaskan tentang cara menghasilkan produk rumput laut yang berkualitas, mulai dari pemilihan bibit, cara budidaya, hingga penanganan pasca panen (cara pengeringan yang baik).

Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan bioplastik berbahan dasar rumput laut berupa kantong plastik dan gelas plastik oleh Dr. Cenny Putnarubun.

Pantauan Suaradamai.com, antusiasme peserta cukup tinggi. Berlangsung tanya jawab yang cukup lama sehingga pemandu acara harus membatasi pertanyaan. Selain itu, salah satu mahasiswa yang memiliki usaha Brownies rumput laut, juga tertarik untuk bekerja sama membuat kemasan brownies-nya dari bioplastik rumput laut.

Sementara itu, Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Matching Fund, A. Malik Serang, mengatakan, kegiatan yang dilakukan Dr. Cenny dkk, telah memberikan hasil yang sangat baik.

“Bioplastik rumput laut itu sudah ada prototypenya yaitu dalam bentuk gelas dan kantong. Dari pelaksanaan matching fund ini menghasilkan plastik yang ramah lingkungan, dimana plastik bisa terurai,” jelas Serang kepada Suaradamai.com di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, pembuatan bioplastik rumput laut yang ramah lingkungan ini bisa diusulkan menjadi salah satu skema kompetensi di Polikant. Singkatnya, lulusan Polikant punya keahlian membuat bioplastik rumput laut dan memiliki sertifikat untuk keahlian tersebut.

“Ini tinggal dibahas di tingkat Program Studi (Prodi) dengan tim matching fund. Misalnya bagi Prodi Bioteknologi, ini bisa dijadikan salah satu skema kompetensi bagi lulusannya,” jelas Serang.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...