Rabu, Oktober 28, 2020

Polikant Latih 40 Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Selam Kota Tual

Memperhatikan kondisi pandemi Covid-19, pelatihan dilaksanakan secara terpisah. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) melatih 40 peserta pelatihan pemandu wisata selam di Kolam Renang Ngadi, Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Rabu (14/10/2020).

Pelatihan ini merupakan kerja sama Dinas Pariwisata Kota Tual dengan kampus biru itu.

“Laboratorium Akustik dan Navigasi Polikant memiliki satu sub unit kegiatan bawah air yaitu Polikant Diving Club (PDC). PDC terdiri dari kurang lebih 15 orang. Kami diberikan kepercayaan oleh Dinas Pariwisata Kota Tual untuk melatih dan menghasilkan peselam pemula A1 internasional,” kata Ketua PDC yang juga adalah Direktur Polikant, Jusron A. Rahajaan, kepada suaradamai.com di sela-sela kegiatan.

Baca juga: Berdayakan Warga Lokal, Dispar Tual Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Selam

Rony, sapaan akrab Jusron, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan kali kedua. Tahun lalu, bersama dengan Dinas Pariwisata Tual, mereka berhasil menghasilkan 20 scuba diver yang siap menjadi pemandu wisata selam.

Peserta berlatih cara menggunakan fin pada kegiatan pelatihan pemandu wisata selam di Kolam Renang Ngadi, Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Rabu (14/10/2020). Foto: Labes Remetwa
Peserta berlatih cara menggunakan fin pada kegiatan pelatihan pemandu wisata selam di Kolam Renang Ngadi, Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Rabu (14/10/2020). Foto: Labes Remetwa

Tahun ini ditergetkan dapat menghasilkan 40 scuba diver yang juga akan mengantongi sertifikat CYMAS-ISSA (POSSI) A1.

Rony menjelaskan, dalam pelatihan ini, pada hari pertama dilakukan pendalaman materi. Hari kedua (hari ini), pihaknya melakukan pra kualifikasi skill dasar berenang, pengenalan alat dasar, clearing masker, clearing snorkel, fin kick, swimming snorkeling, duck dive, dan upnea.

Selanjutnya pada hari ke tiga dan ke empat, kata Rony, peserta akan dilatih menggunakan alat scuba pada area terbatas, kolam. Kemudian Latihan Perairan Terbuka (LPT) pada hari ke enam, ke tujuh dan ke delapan.

Rony harap, para peserta ini setelah mendapat lisensi atau sertifikat, agar terus mengasah kemampuan selam. “Menjadi pemandu wisata itu bukan hanya untuk diri sendiri tetapi kita bertanggungjawab terhadap wisatawan. Jadi tidak sekadar,” ujar Rony.

Baca juga: Kelola Destinasi Wisata, Dispar Tual Siapkan SDM yang Terampil, Profesional, dan Mandiri

Rony juga harap, para peserta ini bisa menjadi andalan desa masing-masing sebagai pemandu wisata selam. Selain itu juga menjadi duta dalam menjaga dan mengawasi lingkungan bawah air.

Memperhatikan kondisi pandemi Covid-19, pelatihan dilaksanakan secara terpisah. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Saat pergantian alat, juga dilakukan sterilisasi dengan menggunakan cairan clorin.

Peserta diajari cara menggunakan masker dan snorkel oleh Instruktur PDC pada kegiatan pelatihan pemandu wisata selam di Kolam Renang Ngadi, Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Rabu (14/10/2020). Foto: Labes Remetwa
Peserta diajari cara menggunakan masker dan snorkel oleh Instruktur PDC pada kegiatan pelatihan pemandu wisata selam di Kolam Renang Ngadi, Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Rabu (14/10/2020). Foto: Labes Remetwa

Editor: Labes Remetwa


Tahun ini ditergetkan Dispar Tual dan PDC dapat menghasilkan 40 scuba diver yang akan mengantongi sertifikat CYMAS-ISSA (POSSI) A1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU