Pembangunan proyek “seaweed estate” atau budidaya rumput laut terintegrasi di Kabupaten Maluku Tenggara dalam status on going atau sedang berlangsung.
Langgur, suaradamai.com – Pembangunan proyek “seaweed estate” atau budidaya rumput laut terintegrasi di Kabupaten Maluku Tenggara dalam status on going atau sedang berlangsung.
Pemkab Malra hingga kini bekerja sama dengan pihak-pihak terkait terus melakukan berbagai persiapan. Salah duanya adalah melakukan kajian dan menyusun master plan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Nico Ubro menjelaskan, proyek seaweed estate terintegrasi dari hulu sampai hilir, mulai dari budidaya, industri pengolahan, hingga pemasaran hasil produksi. Sebab itu, butuh persiapan yang matang.
Nico mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian kelayakan atau feasibility study dari tahun lalu, dengan melibatkan para ahli dari dalam negeri hingga Korea Selatan.
“Jadi ini bukan kerja amatir. Ini sudah sangat profesional karena ini membangun suatu industri yang baru, mengubah pengolahan yang tradisional menjadi kawasan industri yang terintegrasi,” kata Nico kepada wartawan di Kantor Bupati Malra, Senin (1/2/2022).
“Perlu kajian yang komprehensif, kajian lebih mendalam, sehingga hasilnya memuaskan. Tidak bisa kerja hanya berdasarkan pengamatan. Maka itu habis tahun baru cina ini, dari Korea Selatan akan datang lagi untuk tindaklanjut yang mereka lakukan tahun kemarin,” tambah Nico.
Nico menambahkan, pihaknya juga sementara menyusun master plan bersama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), para ahli dan akademisi.
“Jadi, progresnya lagi bikin master plan, kemudian penyiapan lahan,” kata Nico.
Dalam rangka mewujudkan proyek ini, Nico meminta dukungan seluruh stakeholder. Sebab, kata dia, proyek seaweed estate membutuhkan kawasan yang luas. Sehingga juga perlu melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





