Saat ini RSUD Teluk Bintuni telah menjalankan layanan Kemoterapi (pengobatan kanker) dan Laparoskopi (prosedur operasi minimal invasif untuk operasi organ-organ di dalam rongga perut atau panggul).
Bintuni, suaradamai.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni terus berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.
Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, menyebut dua inovasi tersebut adalah layanan hemodialisa (cuci darah) dan donor darah keliling.
Kehadiran layanan hemodialisa diharapkan dapat membantu penderita gagal ginjal yang jumlahnya cukup banyak.
Sementara donor darah keliling bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok darah di rumah sakit tetap tercukupi.
Layanan Hemodialisa/Cuci Darah RSUD Teluk Bintuni
Panggau menargetkan layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Teluk Bintuni sudah bisa dilaksanakan akhir tahun ini atau paling lambat tahun depan.
Saat ini, pihaknya tengah mengurus perizinan layanan tersebut. Untuk mendapatkan izin, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh pihak rumah sakit, diantaranya dari sisi sarana prasarana hingga alur prosedur.
“Ini kami masih berproses. Untuk kebutuhan SDM sudah terpenuhi sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Ruangan hemodialisa masih ada beberapa perbaikan kecil-kecil. Tidak harus sampai rehab besar. Karena harus disesuaikan dengan persyaratan layanan hemodialisa. Kemudian untuk peralatan, mesin HD sudah ada, tinggal kita lengkapi dengan bahan habis pakai medisnya,” sebut Panggau.
Ia menjelaskan, ada dua jalur pengurusan perizinan layanan hemodialisa, salah satunya melalui Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dan juga perizinan dari Kementerian Kesehatan.
“Tentu sebelum kita membuka layanan cuci darah, merekalah yang menilai terlebih dahulu. Kalau dilakukan visitasi dan sudah memenuhi syarat, Pernefri akan memberikan rekomendasi. Kemudian dilakukan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk akhirnya izin operasional layanan hemodialisa dapat diterbitkan,” jelas Panggau.
“Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa atau paling lambat tahun depan kita sudah mulai untuk layanan hemodialisa/cuci darah, karena pasien gagal ginjal jumlahnya cukup banyak,” tambahnya.
Layanan Donor Darah Keliling RSUD Teluk Bintuni
Selain layanan hemodialisa, RSUD Teluk Bintuni juga tengah mengurus layanan unggulan lain yaitu donor darah keliling. Inovasi ini bertujuan untuk menjawab masalah ketersediaan stok darah di rumah sakit.
“Rumah sakit punya unit transfusi darah. Tetapi kadang kebutuhan darah itu tidak terpenuhi 100 persen. Kadang akhirnya kita minta tolong keluarga pasien yang cari secara mandiri ataupun kita bersurat ke Kodim, Polres, Brigif, Batalion, untuk meminta bantuan untuk dapat mendonorkan darahnya,” kata Panggau.
Dengan adanya layanan donor darah keliling, RSUD Teluk Bintuni bakal langsung mendatangi masyarakat menggunakan mobil unit transfusi darah, agar masyarakat tidak perlu repot-repot ke rumah sakit.
“Dengan adanya mobil keliling ini kita akan jalan ke kantor-kantor OPD ataupun instansi lain, bisa juga ke pasar dan tempat publik lainnya. Sebelum kegiatan kita akan infokan, supaya nanti masyarakat yang mau donor, bisa langsung ke mobil tersebut, tidak harus jauh-jauh ke rumah sakit,” kata Panggau.
“Tahun ini pengadaan mobilnya. Begitu mobil ada, tentu kita langsung jalan. Mudah-mudahan November atau Desember. Tergantung mobilnya tiba,” tambah Panggau.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni



