Siswa SIP Angkatan 55 Lemdiklat Polri Asal Papua Barat Gelar Bhakti Sosial di Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi

Di sela pendidikan kepolisian, siswa SIP Angkatan 55 Lemdiklat Polri asal Polda Papua Barat menyempatkan diri menggelar bhakti sosial di Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, Sukabumi.


Sukabumi, suaradamai.com — Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Tahun 2026 asal pengiriman Kepolisian Daerah Papua Barat, melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada Pondok Pesantren Modern Dzikir Al‑Fath di Sukabumi, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih dua jam dalam suasana penuh kebersamaan antara para siswa SIP dengan pengurus serta santri pondok pesantren.

Bhakti sosial tersebut merupakan inisiatif spontan para siswa SIP Angkatan 55 sebagai bentuk kepedulian sosial serta wujud pengabdian kepada masyarakat, khususnya terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Salah satu siswa SIP Angkatan 55, A. T. Kapisa, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa kepedulian sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara peserta didik Polri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan sederhana ini kami berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan silaturahmi antara siswa SIP Lemdiklat Polri dengan masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren,” ujar Kapisa.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh para siswa SIP Lemdiklat Polri asal Papua Barat.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath didirikan dan dipimpin oleh KH. M. Fajar Laksana. Cikal bakal berdirinya pesantren ini berawal dari Majelis Dzikir Bashorun Fuadun yang berdiri pada tahun 1996 hingga 2010 di Sukabumi, Jawa Barat.

Pada tahun 2010 kemudian didirikan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath yang diresmikan oleh tokoh ulama Indonesia Shalahuddin Wahid atau Gus Solah.

Pondok pesantren tersebut berada di bawah naungan Yayasan Al-Fath yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian Yayasan oleh Notaris Cahya Ningsih Tedjwisastra pada 10 Juni 2010. Yayasan ini kemudian diperbarui melalui Akta Perubahan Yayasan oleh Notaris Faber pada 15 Februari 2023 dengan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Dalam perkembangannya, Ponpes Modern Dzikir Al-Fath juga mendirikan sejumlah lembaga lain, di antaranya Yayasan Sukabumi Study Center, Yayasan Irsyad Fatahillah, serta Yayasan Museum Prabu Siliwangi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan, dakwah, dan pelestarian nilai-nilai sejarah serta budaya.

Editor: Labes Remetwa

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pilih Kampus yang Membawa Anak Anda Lebih Cepat Bekerja

Di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif, keputusan memilih...

Iman yang Hidup dan Komunitas yang Bersatu

Renungan Minggu Paskah II (12 April 2026)Minggu Paskah II...

Muscab PKB Kota Ambon Dibuka, Targetkan Enam Kursi pada Pemilu 2029

Ambon, suaradamai.com - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa...

34 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Jemaat GPKAI Berdomus Tuhiba, Dukcapil Hadir Layani Pencatatan Sipil

Melalui layanan jemput bola di lokasi acara, Dukcapil Teluk...