Raker I FGM GKI Dibuka: Pemuda Gereja Diminta Jaga Integritas

“Jangan bergantung pada pegawai negeri terus.” Pesan itu menggema di hari pertama Raker I FGM GKI di Teluk Bintuni, saat pemuda gereja se-Tanah Papua diajak berinovasi dan menjaga integritas.


Bintuni, suaradamai.com – Rapat Kerja (Raker) I Dewan Pimpinan Pusat Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua dimulai di Teluk Bintuni, Kamis (29/10/2026), dengan peserta dari enam provinsi untuk konsolidasi organisasi dan perumusan arah pelayanan.

Ketua DPP FGM GKI di Tanah Papua, Petronela Krenak, menekankan pentingnya integritas dalam sambutannya. Menurut dia, pemuda harus menjaga kejujuran dan disiplin dalam setiap tugas pelayanan.

“Integritas itu membuat pemuda layak dipercaya dengan kelakuannya yang bersih. Kepercayaan menjadi modal utama bagi kepemimpinan yang sehat,” ujar Petronela di hadapan peserta.

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, memberikan dukungan penuh pada forum ini. Ia menyoroti pentingnya kemitraan lintas pihak untuk memajukan pelayanan gereja.

Menurut Bupati, sinergi gereja dan pemerintah krusial untuk membangun kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, memaparkan pandangannya soal tanggung jawab gereja dalam pembangunan pada sesi dialog. Ia menegaskan, setiap program harus berorientasi pada manusia, dari kesehatan sampai pendidikan.

“Semua yang kita lakukan muaranya adalah kepada manusia. Kita harus urus manusia Papua dengan baik mulai dari kandungan hingga dewasa,” tegas Elisa Kambu.

Diskusi juga membahas tantangan pendidikan, khususnya peran Yayasan Pendidikan Kristen (YPK). Sejumlah peserta dan narasumber menyoroti perlunya revitalisasi sistem pendidikan agar adaptif terhadap tuntutan zaman. Kolaborasi dewan kurator dan pengurus FGM dinilai mendesak untuk meningkatkan akreditasi sekolah di bawah naungan gereja.

Forum ini turut menyoroti mentalitas pemuda di dunia kerja. Narasumber mendorong pemuda tidak hanya berharap menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga menjadi inovator di berbagai sektor.

“Jangan bergantung pada pegawai negeri terus. Kita harus hasilkan hal-hal yang punya manfaat berbuah bagi masa depan kita,” kata salah satu tokoh dalam diskusi itu.

Ketua Panitia Pelaksana, Rita Bosawer, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara meski persiapan hanya empat bulan. Ia mengapresiasi dukungan keluarga dan pemerintah daerah.

Ia berharap keberhasilan ini memotivasi pengurus tingkat wilayah untuk berbuat lebih baik bagi pelayanan gereja.

Agenda hari pertama ditutup dengan pengingat subtema Raker, yakni pemuda sebagai harapan masa kini untuk masa depan. Raker berlangsung hingga 30 Oktober 2026.

Peserta diharapkan menghasilkan pijakan pembaruan bagi FGM GKI di Tanah Papua, bukan sekadar daftar kegiatan.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Talkshow PAMA: Ruang Partisipasi Pemuda Ambon untuk Sampaikan Gagasan dan Kritik Konstruktif

AMBON — Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) menggelar talkshow bertajuk Talkshow and Inspiring Leader dalam rangka memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda,...

Empat Bulan Kerja, Bintuni Sukses Selenggarakan Raker I FGM GKI di Tanah Papua

Ketua Panitia Rita Bosawer menyebut kerja empat bulan panitia...

Lewat Upacara Pasawari, Raja Baru Aboru Ajarkan Kembali Nilai Kebersamaan Orang Maluku

AMBON — Anthoni David Cornelis Usmany resmi dikukuhkan sebagai Upu Latu atau Raja Adat sekaligus Kepala...

Dua Peran Besar Raja Aboru: Jaga Persatuan dan Dorong Pembangunan Negeri Adat

AMBON — Pasca pelantikan Raja Negeri Adat Aboru yang...