Lewat Upacara Pasawari, Raja Baru Aboru Ajarkan Kembali Nilai Kebersamaan Orang Maluku

AMBON — Anthoni David Cornelis Usmany resmi dikukuhkan sebagai Upu Latu atau Raja Adat sekaligus Kepala Pemerintahan Negeri Aboru periode 2026‑2034 melalui upacara adat Pasawari di Baileo Negeri Aboru, Kamis (29/10/2026). Di hadapan ratusan warga, pejabat, dan tokoh adat, pemimpin baru itu mengajak seluruh elemen masyarakat menutup perbedaan demi membangun negerinya.

Dalam sambutan pertamanya, Anthoni menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukanlah kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk melayani warga, menjaga adat istiadat, serta merawat kerukunan dan perdamaian.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada seluruh warga masyarakat adat Negeri Aboru atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk mengemban tugas yang mulia ini,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa kepemimpinan tidak dapat berjalan sendirian. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dari para tua‑tua adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, TNI‑Polri, dan seluruh warga. Ia juga mengajak lembaga adat menjadi ruang musyawarah untuk menyelesaikan persoalan secara bijaksana, serta menjaga kearifan lokal orang Maluku “Ale rasa, beta rasa, potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng di patah dua” yang bermakna kebersamaan dan solidaritas.

Salah satu poin penting dalam pidatonya adalah permintaan pemulihan nama baik masyarakat Negeri Aboru yang selama ini terkena isu‑isu yang dinilainya menyesatkan. Anthoni meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kodam XV/Pattimura, Polda Maluku, dan instansi terkait untuk menindaklanjutinya. Ia juga meminta kesempatan kerja yang lebih luas bagi generasi muda, termasuk peluang menjadi ASN, anggota TNI, dan Polri, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan ekonomi. Menurutnya, banyaknya pengangguran dapat memicu masalah sosial yang mengganggu ketenteraman negeri.

Perwakilan pemerintah daerah memberikan tanggapan terkait pengukuhan ini. Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Zahlul Iksan, menyampaikan bahwa jabatan raja adalah amanah besar untuk menjaga nilai adat dan persatuan. Ia berharap Anthoni menjadi pemimpin yang bijaksana, terbuka, dan mampu merangkul semua kelompok, serta mengajak warga menyelesaikan perbedaan lewat dialog. Pemerintah kabupaten berkomitmen memperkuat sinergi dengan negeri adat untuk meningkatkan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan.

Sementara itu, perwakilan Gubernur Maluku, Yahya Kotta, S.Pt., M.Si., menekankan bahwa pengukuhan bukan hanya seremoni, melainkan penegasan identitas budaya dan legitimasi kepemimpinan leluhur. Ia memberikan tiga pesan: menjaga adat dan budaya, merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta membangun kerja sama dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten.

“Seorang raja tidak hanya berdiri di atas masyarakat sebagai pemimpin, tetapi juga harus berdiri di tengah‑tengah masyarakat, mendengarkan suara rakyat, merangkul semua golongan, serta menegakkan keadilan bagi seluruh anak negeri tanpa membeda‑bedakan,” kata Yahya. Ia juga berharap ikatan pela gandong dengan negeri‑negeri tetangga tetap terjaga.

Upacara Pasawari dihadiri oleh perwakilan Gubernur Maluku, perwakilan Bupati Maluku Tengah, Dr. Michael Wattimena (Staf Ahli Menteri ESDM RI), perwakilan Pangdam XV/Pattimura, Kodaeral IX Ambon, unsur pemerintah Kecamatan Pulau Haruku, para raja se‑Pulau Haruku, serta saudara‑saudara pela gandong dari Negeri Hualoi, Boi, dan Kariuw. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal baru bagi Negeri Aboru menuju kehidupan yang damai, bermartabat, dan sejahtera.

PENULIS/PEWARTA: CHINTIA SAMANGUN


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Ambon


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Talkshow PAMA: Ruang Partisipasi Pemuda Ambon untuk Sampaikan Gagasan dan Kritik Konstruktif

AMBON — Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) menggelar talkshow bertajuk Talkshow and Inspiring Leader dalam rangka memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda,...

Empat Bulan Kerja, Bintuni Sukses Selenggarakan Raker I FGM GKI di Tanah Papua

Ketua Panitia Rita Bosawer menyebut kerja empat bulan panitia...

Raker I FGM GKI Dibuka: Pemuda Gereja Diminta Jaga Integritas

"Jangan bergantung pada pegawai negeri terus." Pesan itu menggema...

Dua Peran Besar Raja Aboru: Jaga Persatuan dan Dorong Pembangunan Negeri Adat

AMBON — Pasca pelantikan Raja Negeri Adat Aboru yang...