Sosialisasi PPKM di Ohoira, Bupati Sampaikan 10 Titik Lengah Penularan Covid-19

“Kalo olahraga, sendiri saja, dalam rangka peningkatan imun,” ujar Bupati.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun bersama jajaran melaksanakan sosialisasi tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro (PPKM Mikro) di Malra.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Ohoi Ohoira, Ibukota Kecamatan Kei Kecil Barat, Jumat (9/7/2021).

Dihadiri sekitar 20 peserta, Bupati menyampaikan 10 titik lengah yang menyebabkan penularan virus corona pada manusia.

Titik lengah yang pertama, yakni kumpul-kumpul keluarga/teman yang tidak serumah. Ini masih terjadi dan berpotensi menyebabkan penularan virus.

Katong (kita) undang tetangga/teman, lalu makan bersama dalam keadaan normal. Itu kalo boleh, tidak sama sekali,” ujar Bupati menjelaskan titik lengah kedua.

Kemudian, olahraga bersama. Mantan guru olahraga itu berharap, masyarakat menghindari olahraga bersama di masa pandemi ini. “Kalo olahraga, sendiri saja, dalam rangka peningkatan imun.”

Terus, arisan. Arisan ini juga merupakan titik lengah. Sebab menimbulkan kerumunan. “Di kampung-kampung ini seringkali bikin arisan. Sama sekali tidak dibolehkan,” tegas Bupati.

Kemudian aktivitas asisten rumah tangga yang pergi pulang juga dapat menjadi jembatan penularan virus. “Misalkan di rumah dinas bupati. Ada tukang masak yang tinggal di luar, tadi baru datang. Itu sementara tidak dibolehkan,” ungkap Bupati.

Meminta jasa servis/layanan, seperti perbaikan alat elektronik, listrik, pekerjaan bangunan, dan lain-lain. “Ini boleh, tapi harus hati-hati,” kata Bupati.

Selanjutnya, tempat beribadat, juga mengumpulkan banyak orang yang berpeluang melahirkan klaster penularan virus.

Belanja ke pasar atau tukang sayur keliling. “Katong punya saudara Jawa lewat sini jual sayur. Itu kamong (kalian) hati-hati. Untuk sementara lebih baik tidak usah, karena katong tidak tahu dia tinggal di mana,” ujar Bupati.

Anak bermain dengan teman-teman. “Anak keluar bermain dengan teman-temannya, dia kembali kita polo (peluk), cium, tidak tahu dia bawa (virus). Barang ini (virus) tidak kelihatan.”

Sebab itu, Bupati kemudian meminta Kapolsek dan Danramil agar menertibkan aktivitas masyarakat yang memicu kerumanan. Ia harap, kerja sama dengan TNI-Polri dan kepatuhan masyarakat dapat memurus mata rantai penyebaran Covid-19.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU