Tethool Imbau Tokoh Adat dan Masyarakat Duduk Bersama Selesaikan Bentrok Warga di Malra

Tethool juga berharap, pihak kepolisian dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi sesuai prosedur hukum yang berlaku.


Ambon, suaradamai.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku Saudah Tuanakotta Tethool mengimbau kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat, agar duduk bersama mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik antar warga Ohoidertutu dan Ohoiren, di Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

“Untuk situasi yang tengah terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara, saya mengimbau tokoh masyarakat bersama tokoh adat dapat mencari solusi terbaik, mengendalikan situasi dan kondisi yang terjadi,” kata Tethool, Senin (25/7/2022).

Sebagai wakil rakyat, Tethool merasa prihatin karena konflik tersebut sudah merenggut korban jiwa.

Ia juga berharap, pihak kepolisian dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk tegas, bijak adil berdiri di tengah, untuk melerai ke dua belah pihak saudara kami baik Ohoiren maupun Ohoidertutu,” tegas Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Tual, Malra dan Aru itu.

Ia juga mengimbau warga kedua kampung untuk menjaga Kamtibmas. “Falsafah hidup masyarakat Evav, ‘ain ni ain, ain fangnan ain’. kita adalah satu, kita adalah keluarga. Mari kita sama-sama menahan diri agar situasi bisa lebih kondusif,” ujar Tethool.

Untuk diketahui, saat ini puluhan petugas keamanan berada di tempat kejadian perkara (ruas jalan Ohoiren), dengan rincian 20 anggota Polres, 20 personel Brimob, dan 15 personel Kodim Kei Kecil. Kondisi Kamtibmas hingga saat ini aman terkendali.

Editor: Labes Remetwa

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Bupati Kaidel Ajak Warga Aru Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Dasar Kebijakan Ekonomi Tepat Sasaran

‎Sensus ini mencakup pendataan seluruh pelaku usaha non-pertanian di...

‎Website Desa, Langkah Besar Kepulauan Aru Maju Mendunia dari Desa

Peluncuran website desa menandai titik awal perubahan besar bagi...

Mengapa Program 10 Juta Pohon Kelapa Layak Diperhitungkan untuk Masa Depan Aru?

‎Lewat program 10 juta pohon kelapa, Kepulauan Aru sedang...

Perdana, Distrik Merdey Tertibkan Pedagang yang Gunakan Rumah Dinas sebagai Tempat Usaha

Kesepakatan sewa lahan dan bangunan dicapai dalam rapat lintas...