Uskup Mandagi: Apa Arti Gedung Gereja Megah dan Indah?

Gereja dibangun untuk meneguhkan iman akan Allah.

Langgur, suaradamai.com – Uskup Diosis Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menyatakan, ada begitu banyak bangunan gedung Gereja di Indonesia, namun keberadaanya kurang menciptakan kesatuan. Padahal, dalam ruang gereja itu sendiri terkandung nilai hakiki persatuan dan kesatuan.

“Membangun gereja, janganlah untuk saling bersaing antara satu dengan yang lain. Tetapi  yang terpenting adalah memaknai kandungan nilai dari keberadaan gedung gereja dan sebagaimana yang diajarkan di dalamnya, yakni kasih, kasih, dan kasih,” ujar Uskup Mandagi dalam arahannya pada acara pengresmian gedang Gereja Santa Maria Stasi Ngilngof, Senin (6/1/20) .

Uskup mengatakan, hampir sebagian besar negara luar, saat ini mengalami krisis iman. Dimana banyak gereja hanya dijadikan sebagai pabrik, dan mengesampingkan tujuan hakiki dari berdirinya sutau bangunan gereja.

Ia mengingatkan agar gereja-gereja di Maluku, khsusunya di Kepulauan Kei untuk tidak hanya sekedar dibangun sebagai ikon yang menghiasi dan mempercantik daerah atau wilayah tertentu saja, melainkan gedung gereja tersebut dibangun untuk meneguhkan iman akan Allah.

“Apakah arti gedung gereja yang megah dan indah, tetapi tidak ada yang datang beribadah di gereja. Gereja itu sangat berarti bagi pengembangan iman dan penguatan ekonomi umat,” tutur sang Uskup.

Pada kesempatan peresmian itu, Uskup Mandagi menyampaikan proficiat atas diresmikannya gedung Gereja Santa Maria Ngilngof, Maluku Tenggara. Ia juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada panitia dan masyarakat ohoi Ngilngof serta semua pihak yang telah turut mendukung berdirinya bangunan gereja itu.

Senada dengan itu, Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang disampaikan Bupati Maluku Tenggara menegaskan, makna keberadaan bangunan gereja bagi umat Katolik tidaklah dimaknai hanya sebatas pada arsitektur bangunan semata. Tetapi lebih pada itu, gereja menjadi wahana pembinaan dan pengembangan mental spiritual umat yangt berakar pada persekutuan dalam membangun jati diri umat sebagai orang beriman.

Murad berharap, dengan diresmikannya Gereja Santa Maria Ngilngof, dapat menjadi pusat pembentukan karakter dan moral yang mampu membangun hidup yang berkulaitas. Sehingga dapat mewujudkan tatanan hidup bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang semakin maju di tengah dinamika dan tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. (gerryngamel/labesremetwa)

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Krisis Daya Tampung SMA Negeri di Ambon Disorot DPRD Maluku

“Data jumlah lulusan sudah diketahui jauh hari. Ketidakseimbangan antara...

930 CPNS Pemkot Ambon Ikuti Latsar, Wali Kota Tekankan Pengabdian dan Profesionalisme

“Setiap calon PNS wajib mengikuti tahapan ini agar benar-benar...

Hotel Santika Premiere Ambon Hadirkan Beragam Promo Akhir Pekan untuk Keluarga dan Sahabat

Ambon, suaradamai.com – Hotel Santika Premiere Ambon menghadirkan sejumlah...

Belum Selesai, Sihir Magis Messi di Piala Dunia 2026 Lahirkan Sederet Rekor Baru

‎Meski usianya tak lagi muda, La Pulga terus membuktikan...