Uskup Mandagi: Warga Belum Patuh Imbauan Pemerintah

Uskup Mandagi menyesal bila warga masih menyepelakan pesebaran Covid-19.


Ambon, suaradamai.com – Imbauan pemerintah dan berbagai pihak terkesan diabaikan masyarakat di Kota Ambon dan sekitarnya. Di tengah ancaman virus korona atau Covid-19 mewabah, warga dinilai tidak menjalankan protokol kesehatan. Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC mengaku geram melihat sikap masyarakat.

“Saya meminta masyarakat untuk lebih taat imbauan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Masyarakat, sadarlah. Sering kali masyarakat beranggapan, saya sehat tapi belum tentu terbebas dari virus korona, bisa saja dari warga tersebut akan berjangkit ke warga lainnya,” ketus Uskup Mandagi saat dijumpai di Keuskupan Amboina Batu Meja Kota Ambon, Selasa (14/4/2020).

Uskup Mandagi menyesal bila warga masih menyepelakan pesebaran Covid-19. Ia khawatir, sikap tak patuh warga itu akan berakibat buruk bagi kondisi di Maluku.

“Sebaiknya partisipasi masyarakat diperkuat, disiplin jaga jarak, pakai masker, dan tinggal di rumah saja, stay at home,” imbaunya.

Pemerintah Provinsi Maluku dan kabupaten/kota se-Maluku tengah berupaya keras memutus mata rantai pesebaran Covid-19. Salah satunya mengusulkan penutupan akses keluar masuk Provinsi Maluku melalui bandar udara dan pelabuhan kapal laut.

Pemimpin tertinggi umat Katolik di wilayah Maluku dan Maluku Utara itu berpendapat, apapun langkah pemerintah tetapi harus memperhitungkan kondisi ekonomi.

“Mau lockdown atau apapun, harus perhatikan kondisi ekonomi. Tapi kalau suatu saat langkah itu diambil, diambil saja. Tapi tentu ketika bandara dan pelabuhan ditutup arus barang dan perekonomian akan macet,” katanya.

Reporter: Tarsis Sarkol/ Penulis: Tarsis Sarkol/ Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU