Wali Kota dan Wawali Tual Kunker ke Kecamatan Tayando Tam

Wali Kota tegaskan tidak akan segan-segan menindaklanjuti aparat desa ke ranah hukum apabila menemukan adanya penyalahgunaan dana desa.


Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Wali Kota Tual Usman Tamnge bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tayando Tam, Sabtu (20/6/2020).

Menumpangi KMP. Tanjung Madlahar rombongan menuju Desa Yamtel, Ibu Kota Kecamatan tersebut sekitar pukul 12.00 WIT. Rombongan diterima oleh camat dan langsung menuju Balai Desa Yamtel.

Dalam kunjungan ini, Pemkot membagikan BLT-Dana Desa, sosialisasi terkait Covid-19, meninjau Puskesmas, dan membina aparat desa.

Rombongan terbagi menjadi dua. Wali Kota memipin satu rombongan di Desa Yamtel sedangkan Wakil Wali Kota memipin rombongan lainnya ke Desa Ohoiel dan Desa Langgiar untuk kegiatan yang sama.

Penerima manfaat BLT-Dana Desa tahap kedua di Yamtel sebanyak 276 Kepala Keluarga (KK), Ohoiel 113 KK, Langgiar 75 KK, dan Yamru 48 KK.

Dalam arahannya, Wali Kota Tual Adam Rahayaan meminta masyarakat agar tidak terlena dengan bantuan dan mulai berkebun untuk memperkuat ketahanan pangan.

Wakil Wali Kota Usman Tamge menyerahkan bantuan BLT-Dana Desa ke warga penerima manfaat di Kecamatan Tayando Tam, Sabtu (20/6/2020). Foto/Humas dan Protokoler Kota Tual

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tual, Adam juga meminta kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Tayando Tam untuk mengikuti anjuran tim Gustu Covid-19 Kecamatan setempat.

“Ikuti, karena apa yang mereka lakukan itu semata-mata adalah untuk melindungi kita. Tetap jaga seluruh pintu masuk, baik jalur formal maupun jalur tikus, terutama kapal-kapal andon harus dilaporkan,” kata Jubir Pemkot Tual sekaligus Jubir Gustu Covid-19 Mucshin Ohoiyuf meniru imbauan Wali Kota dalam arahannya di Desa Yamtel.

Usai penyerahan bantuan, Wali Kota memimpin rapat pembinaan aparat desa. Adam mengingatkan aparat agar hati-hati dalam penggunaan dana desa. “Utamakan transparasi dan kebersamaan, serta harus melibatkan seluruh unsur penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa dalam hal pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak,” kata Adam.

Menurut Muchsin, Wali Kota menegaskan tidak akan segan-segan menindaklanjuti aparat desa ke ranah hukum apabila menemukan adanya penyalahgunaan dana desa.

Wali Kota juga mengunjungi Puskesmas Tayando Tam, melihat berbagai kekurangan yang ada di sana: kondisi bangunan yang sudah termakan usia dan juga kelengkapan alat kesehatan.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU