Wearlilir Wakili Malra Ikut Lomba PKK Provinsi Maluku

TP-PKK Malra telah melakukan penilaian mandiri terhadap performa Ohoi Wearlilir terkait dengan sembilan indikator penilaian lomba tingkat Provinsi Maluku.


Langgur, suaradamai.com – Ohoi/Desa Wearlilir, Kecamatan Kei Kecil, mewakili Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) untuk ikut dalam lomba Desa Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Provinsi Maluku tahun 2022.

Untuk diketahui, 10 Program Pokok PKK meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila; gotong royong; pangan; sandang; perumahan dan tata laksana rumah tangga; pendidikan dan keterampilan; kesehatan; pengembangan kehidupan berkoperasi; kelestarian lingkungan hidup; dan perencanaan sehat.

Camat Kei Kecil Corneles Rettob dalam sambutannya mengatakan, dalam hal lomba desa, Ohoi Wearlilir sudah seringkali mewakili Kabupaten Maluku Tenggara dan Provinsi Maluku pada era tahun 70an. Sejak saat itu, baru kali ini kembali mewakili Malra untuk lomba PKK tingkat Provinsi Maluku tahun 2022.

Penetapan Ohoi Wearlilir sebagai duta dari Maluku Tenggara, lajut Rettob, telah melalui semua tahapan lomba, baik itu di tingkat dasawisma/desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Terkait kesiapan menghadapi lomba tingkat provinsi, Rettob mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan dalam kurun waktu dua minggu.

“kita kerja keras. Melibatkan seluruh masyarakat, TP-PKK kabupaten, kecamatan, dan desa” ungkap Rettob.

Dalam kesiapan ini, Sekretaris TP-PKK Malra Fatma Talaohu juga menambahkan, pihaknya telah melakukan penilaian mandiri terhadap performa Ohoi Wearlilir terkait dengan sembilan indikator penilaian lomba tingkat Provinsi Maluku. Ia menyebut performa Ohoi Wearlilir sebagai berikut:

  1. Tertib administrasi PKK. Ohoi ini termasuk salah satu ohoi yang administrasinya tertata dengan baik dari tingkat dasa wisma sampai ohoi.
  2. Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam kurun waktu 2021-2022, tidak ada kasus KDRT karena terus dilakukan pendampingan oleh tim pendamping pencegahan KDRT yang terdiri dari tokoh agama, adat, dan perempuan.
  3. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Terdapat dua kelompok UP2K di Wearlilir yang bergerak di bidang batik-membatik dan merancang bunga hidup.
  4. Halaman asri, teratur, indah, dan nyaman (Hatinya PKK). Sebagian besar masyarakat telah memanfaatkan halaman pekarangannya dengan baik.
  5. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHDS). PHDS dengan 10 indikator: Ibu-ibu hamil yang melahirkan, 100 ditolong oleh tenaga kesehatan; sebagian besar ibu-ibu memberikan ASI ekslusif kepada bayinya dengan capaian 62 persen, sisanya diberikan ASI dan susu kaleng; cakupan penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mencapai 98 persen; setiap rumah memiliki tempat cuci tangan dan dilengkapi sabun; semua rumah sudah terlayani air bersih dari PDAM; semua rumah memiliki jamban keluarga yang sehat; pemberantasan jentik nyamuk dilakukan seminggu sekali; masyarakat secara rutin mengonsumsi buah dan sayur, sebagian besar diperoleh dari pekarangan; secara rutin masyarakat telah melakukan aktivitas fisik; dan semua rumah menjadi wilayah bebas asap rokok.
  6. Pos pelayanan terpadu (Posyandu) telah berjalan setiap bulan dengan cakupan pelayanan 98 persen.
  7. Pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga). Sebagian besar masyarakat memanfaatkan Toga untuk pertolongan pertama.
  8. IVA tes telah mencapai 85 persen.
  9. Stunting. Ohoi Wearlilir pada periode September 2022, tidak ada anak yang stunting atau bebas dari stunting.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU