10 Proposal Riset Mahasiswa Polikant yang Lolos Didominasi Eksakta

Mahasiswa diberi waktu kurang lebih tiga bulan, 3 Desember 2022 – 3 Maret 2023, untuk melakukan penelitian.


Langgur, suaradamai.com – Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) kini telah masuk tahap penelitian. Pengumuman proposal yang lolos sudah disampaikan sejak awal Desember 2022.

Kepada Suara Damai, Jumat (16/12/2022), Ketua Panitia Pekan Ilmiah Mahasiswa Polikant Hendro Hitijahubessy mengatakan, 10 proposal yang lolos seluruhnya di bidang riset eksakta.

Sebelumnya, Menurut Hitijahubesy, pihaknya membuka ruang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian pada dua bidang, yaitu eksakta dan sosial humaniora.

Ia menambahkan, jumlah proposal yang masuk tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, proposal riset yang diajukan mahasiswa sebanyak 12 proposal, meningkat menjadi 15 proposal pada tahun ini.

“Setiap tahun kita akomodir 10 proposal. (Anggaran proposal) tahun ini sudah diberikan Rp4 juta (per proposal) melalui transfer Bank,” ungkap Hitijahaubessy.

Berikut 10 proposal yang lolos:

  1. Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap bakteri vibrio sp. dengan metode difusi cakram, oleh Anggreni Sianturi dari Program Studi (Prodi) Bioteknologi.
  2. Formulasi masker alami berbahan dasar daging buah pala (Myristica fragrant houtt) dan rumput laut Caulerpa sp., oleh Fitria Ramadhani Erwin dari Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP).
  3. Subtitusi tepung tulang ikan tongkol pada chocolate cookies rumput laut bagi anak penderita stunting, oleh Duwin Welmina Palayukan dari Prodi Manajemen Rekayasa Pengolahan Hasil Perikanan (MRPHP).
  4. Karakteristik kopi rumput laut (Eucheuma cottoni) dan biji pala (Myristica fragrant houtt) dengan variasi waktu penyangraian yang berbeda, oleh Mukrani Rahayaan dari Prodi MRPHP.
  5. Pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) air cucian beras pada pertumbuhan Nannocholoropsis sp. pada skala laboratorium, oleh Diana Lindasari Waroy dari Prodi Manajemen Rekayasa Budidaya Laut (MRBL).
  6. Teknologi zero waste “kualitas abon dari tulang ikan pelagis dan demersal”, oleh Santi Rettob dari Prodi THP.
  7. Identifikasi keanekaragaman jenis mangrove di Desa Debut dan Desa Ngilngof Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara, oleh Dandi Muhlis Ahmad Tukloy dari Prodi Bioteknologi.
  8. Estimasi simpanan karbon komunitas lamun pantai Ngilngof dengan metode tracking area (TA), oleh Dewi Ningsi Rahayu Tukloy dari Prodi Bioteknologi.
  9. Pengukuran tutupan mangrove dengan metode hemispherical photograph di Teluk  Taar, Kota Tual, oleh Hasna Nuhuyanan dari Prodi Teknologi Kelautan (TKL).
  10. Performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan giru (Amphiprion ocelaris) yang diberikan pakan dengan frekuensi yang berbeda, oleh Juliana Ester Kilmanun dari Prodi Teknologi Budidaya Perikanan.

Selanjutnya mahasiswa diberi waktu kurang lebih tiga bulan, 3 Desember 2022 – 3 Maret 2023, untuk melakukan penelitian.

“Pada 3 Maret 2023, kami akan menerima laporan penelitian dan jurnal penelitian,” kata Hitijahubessy.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU