Polres Malra Lamban Tangani Kasus Penganiayaan Wartawan, PMKRI Minta Kapolda Evaluasi Kapolres

PMKRI menilai Polres Malra lamban dalam menangani kasus ancaman/teror dan penganiayaan wartawan di Langgur, Maluku Tenggara, Maluku.


Langgur, suaradamai.com – Komisaris Daerah (Komda) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PKMRI) Maluku-Maluku Utara, Fredy Jamrewav, meminta Kapolda Maluku mengevaluasi Kapolres Maluku Tenggara.

PMKRI menilai Polres Malra lamban dalam menangani kasus ancaman/teror dan penganiayaan wartawan di Langgur, Maluku Tenggara, Maluku.

“Bagi kami, tindakan penganiayaan terhadap wartawan telah menciderai kebebasan pers sebagaimana diatur dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang pers,” sesal Jamrewav dalam wawancara via telepon, Kamis (28/9/2023).

Terhitung sudah tiga hari sejak kasus penganiayaan, korban penganiayaan yang adalah Jurnalis Carang TV Yoseph (Oce) Leisubun sudah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polres Malra pada 25 September.

Pemeriksaan lanjutan terhadap Leisubun sebagai korban sudah dilakukan Penyidik Satreskrim Polres Maluku Tenggara pada 26 September.

Kemudian, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan saksi yang adalah istri korban, Reny P. Bunga/Leisubun, pada Rabu 27 September. Pemeriksaan dilakukan di rumah korban sejak pukul 14.06 WIT hingga 15.57 WIT.

Kendati demikian, setelah pemeriksaan saksi, penyidik kembali untuk mencetak dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi, tetapi hingga berita ini dinaikkan, belum ada komunikasi lanjut untuk penandatanganan BAP.

Wartawan menghubungi Kapolres Malra AKBP Frans Duma lewat telepon pagi ini, Kamis 28 September, untuk melakukan konfirmasi.

“Evaluasi saja to,” jawab Frans singkat, ketika dimintai tanggapan soal desakan PMKRI.

Wartawan kemudian meminta tanggapan Kapolres Malra AKBP Frans Duma terkait kasus penganiayaan terhadap wartawan, tetapi ia juga tidak berkomentar panjang.

“Lagi mengail ini,” katanya menegaskan belum bisa memberikan keterangan karena masih sibuk.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...