Pj. Sekda Malra Minta Dukungan Polikant terkait Modeling Rumput Laut

Polikant siap mendukung pemerintah untuk mengembangkan budidaya rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara.


Tual, suaradamai.com – Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Nico Ubro meminta dukungan Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) terkait program modelling rumput laut yang diinisiasi pemerintah pusat di Malra.

Permintaan tersebut Ubro sampaikan dalam sambutannya pada acara wisuda Diploma dan Sarjana Terapan Polikant di Gedung LPTQ Tual, Rabu (22/11/2023).

“Pemerintah daerah bersama-sama pemerintah pusat membangun modelling pengembangan rumput laut. Mudah-mudahan konsep ini akan dilaksanakan tahun 2024,” ungkap Ubro.

Untuk itu, lanjut Ubro, Pemkab Malra sangat membutuhkan partisipasi Polikant, baik dalam hal penelitian maupun pendistribusian tenaga kerja untuk program tersebut.

Ia menjelaskan, lewat program itu, Pemkab Malra dan Pemeritnah Pusat akan mengembangkan budidaya rumput laut pada lahan seluas 50-100 hektare.

“Kami berharap Polikant mendukung Maluku Tenggara sebagai salah satu pusat pengembangan rumput laut Indonesia, dan teristimewa di Maluku,” ujar Ubro.

Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan menyambut positif permintaan Pj. Sekda Malra. Ia mengatakan, sebenarnya Polikant sudah lama mendukung pengembangan rumput laut di Malra. Misalnya tahun 2015 lalu, Polikan membantu melakukan survei potensi dan penanganan hama penyakit pada rumput laut.

“Kita menunggu saja. Kalau pemerintah daerah memerlukan dukungan Polikant untuk melakukan lagi dengan tahapan yang jauh lebih membutuhkan konsep yang jitu untuk menjadikan Malra sebagai seaweed estate (kampung rumput laut) Indonesia, bisa kita bantu,” ujar Rahajaan.

Rahajaan menambahkan, sejumlah dosen dan peneliti di Polikant sejak lama telah melakukan penelitian pada rumput laut.

“Kita lagi kembangkan beberapa jenis rumput laut yang unggul di laboratorium. Termasuk ikan, teripang, dan lain-lain,” ungkap Rahajaan.

Polikant, lanjut Rahajaan, sudah memiliki laboratorium kultur jaringan yang dapat memproduksi bibit rumput laut unggul. Sehingga kedepan bisa mendukung program modeling rumput laut.

“Kami sedang mengkaji pengembangan bibit rumput laut unggulan, yang tahan penyakit, yang bisa survive (bertahan hidup) dalam kondisi perubahan cuaca,” beber Rahajaan.

Untuk itu, ia juga meminta dukungan pihak-pihak terkait dalam hal membantu penelitian dan pengembangan rumput laut yang dilakukan oleh Polikant.

“Dukungan ke arah penelitian dan pengembangannya perlu kita tingkatkan supaya bisa mendapat hasil yang maksimal,” terang Rahajaan.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...