Kembangkan Budidaya Teripang di Sitniohoi, Semua Dosen TBP Polikant Turun Tangan

Upaya pengembangan usaha budidaya teripang di Ohoi/Desa Sitniohoi merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarkat (PKM) Prodi TBP.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) melalui Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) mulai fokus mengembangkan budidaya teripang di Ohoi/Desa Sitniohoi, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Maluku.

Pengembangan teripang di Sitniohoi merupakan bagian dari progam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi TBP. Semua dosen Prodi tersebut, termasuk yang memiliki latar belakang kompetensi yang berbeda, turut dilibatkan.

Ada 10 dosen yang terlibat, yakni Dr. Nally Y. G. F. Erbabley, S.Pi, M.Si, D. Y. Syahailatua, S.Pi, M.Si, Dr. H. A. Sahusilawane, S.Pi, M.Si, Dr. Henny Fitriani, S.Pi, M.Si, J. Metengun, S.Pi, M.Si, D. M. Kelabora, S.Pi, M.Si, M. Y. Beruatjaan, S.Pi, M.Si, Salahudin Bachmid, S.Pi, M.Si, Abdul Zahri, S.Pi, M.Si, dan Ellen M. Lutur, S.Pd, M.Pd.

Ketua Prodi TBP Polikant Dr. Nally Y. G. F. Erbabley menuturkan, upaya pengembangan budidaya teripang di Sitniohoi, telah dimulai dengan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Ohoi dan masyarakat setempat.

Penjajakan kerja sama dengan Sitniohoi diawali dengan melakukan sosialisasi tentang teripang, prospek budidaya teripang, teknik budidaya, dan regulasi yang mengatur pemanfaatan komoditi tersebut.

Sosialisasi dilaksanakan di Sitniohoi pada Sabtu 2 Desember lalu, dengan mengikutsertakan Pemerintah Ohoi Sitniohoi dan masyarakat setempat yang bekecimpung di bidang perikanan.

Nally menambahkan, pihaknya akan menjadikan Sitniohoi sebagai desa binaan. Apabila kedepan, lanjut Nally, pembentukan desa binaan dapat terwujud, maka Prodi TBP akan mengambil berbagai langkah untuk pengembangan budidaya teripang. Langkah pertama adalah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Semua teknologi baru yang dihasilkan di Prodi TBP, akan ditransfer ke masyarakat untuk diaplikasikan di desa itu (Sitniohoi),” ungkap Nally.

Selain itu, Prodi TBP akan melakukan pendampingan yang intens pada proses budidaya, yakni sejak pemilihan lokasi budidaya, metode budidaya, hingga panen hasil. Bahkan Prodi TBP juga akan mencari pasaran teripang bagi Sitniohoi.

“Jadi TBP akan menjadi semacam fasilitator untuk pengembangan budidaya teripang, demi peningkatan ekonomi masyarakat desa setempat,” pungkas Nally.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...