Bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas mahasiswa Polikant juga meningkat. Tahun lalu, mahasiswa kampus biru itu meraih medali perak pada kompetisi Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas), sebuah ajang bergengsi dalam menguji ide dan gagasan mahasiswa.
Langgur, suaradamai.com – Posisi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) di kancah nasional makin diperhitungkan. Setiap tahun, kampus biru itu menelurkan mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi nasional.
Tahun 2023 lalu, Polikant mencetak prestasi membanggakan dengan membukukan 137 mahasiswa yang berkompetisi dan berprestasi di tingkat nasional. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan tahun 2022 sebanyak 47 mahasiswa.
Kemudian pada tahun 2021 ada 33 mahasiswa yang berprestasi nasional, dan 2020 sebanyak 24 mahasiswa.
Capaian tahun 2023, menurut Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan Polikant, Syahibul Kahfi Hamid, merupakan pencapaian tertinggi sejak Polikant berdiri pada 2004 lalu.
Namun bukan hanya soal kuantitas, tetapi kualitas mahasiswa juga meningkat. Tahun lalu, mahasiswa kampus biru itu, Madina Taweatubun, meraih medali perak pada kompetisi Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas), sebuah ajang bergengsi dalam menguji ide, gagasan, dan kreativitas mahasiswa dalam menciptakan inovasi teknologi.
Dalam lomba tersebut, mahasiswa Polikant mampu bersaing dan mengalahkan kampus-kampus ternama seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dengan raihan medali perak, Polikant menjadi satu-satunya kampus vokasi yang duduk di peringkat tertinggi, yakni 23 dari 32 besar kampus se-Indonesia. Setelah Polikant, ada Politeknik lain seperti Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya yang juga masuk 32 besar.
Lagi-lagi prestasi Polikant di Pimnas juga merupakan yang pertama sejak 18 tahun kampus yang berlokasi di Ohoi/Desa Sathean, Kabupaten Maluku Tenggara, itu berdiri.
“Masuk Pimnas saja kita sudah bersyukur. Ini kita dapat medali perak. Baru pernah terjadi sejak Polikant berdiri,” kata Zaky, sapaan akrab Syahibul Kahfi Hamid.
Prestasi-prestasi itu yang selalu menjadi impian civitas akademika Polikant. Seperti yang sering digaungkan oleh Zaky kepada mahasiswa, bahwa meski kampus Polikant terletak di ujung timur Indonesia, tetapi harus menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan yang terbaik untuk bersaing.
Mengulik satu per satu prestasi nasional mahasiswa Polikant, sebagian besar prestasi itu disumbangkan oleh Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM).
Pantaun Suaradamai.com, dalam beberapa tahun belakangan, aktivitas UKM-UKM di Polikant memang tumbuh subur. Bahkan Polikant menduduki posisi ke-16 secara nasional di bidang kemahasiswaan.
Zaky menyebutkan beberapa UKM yang menyumbangkan pestasi nasional seperti UKM Renang Selam, UKM Jurnalistik, UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK), UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan (PMKP), UKM Seni Budaya, UKM Pramuka, dan lain-lain.
Prestasi pada kegiatan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka
Selain mahasiswa berprestasi nasional, sebanyak 66 mahasiswa Polikant juga terlibat aktif dalam kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Mahasiswa-mahasiswa Polikant mengikuti tiga jenis kegiatan MBKM. Yang pertama, enam orang untuk kategori kampus mengajar. Di sini, mahasiswa mengajar di sekolah-sekolah tingat SD, SMP, dan SMA/SMK.
Kemudian 27 mahasiswa terlibat dalam kegiatan Wirausaha Meredeka. Mahasiswa belajar menjadi enterpreneur dengan mengikuti pelatihan, kemudian seminar proposal wirausaha. Setelah itu menjalankan usaha sesuai proposal.
Yang ketiga, ada 33 mahasiswa ikut kegiatan riset atau penelitian. Serupa dengan kegiatan wirausaha, mahasiswa mengikuti pelatihan, seminar proposal, dan melakukan penelitian.
“Pendanaan untuk kegiatan ini difasilitasi oleh Kemendikbud Ristek dan juga kampus (Polikant),” jelas Zaky.
Dengan demikian, jika dijumlahkan dengan mahasiswa berprestasi nasional, maka ada 203 mahasiswa Polikant yang berprestasi dan berprestasi nasional yang catat prestasi pada tahun 2023.
Editor: Labes Remetwa
Dengan raihan medali perak, Polikant menjadi satu-satunya kampus vokasi yang duduk di peringkat tertinggi, yakni 23 dari 32 besar kampus se-Indonesia.





