Di balik euforia penghargaan pendidikan yang baru saja diraih Kabupaten Teluk Bintuni, tersimpan ironi yang menganga. SD YPPK Meyom di Distrik Merdey menjadi salah satu potret nyata.
Bintuni, suaradamai.com – SD YPPK Meyom di Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, hanya memiliki satu guru PNS dan belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Kondisi ini menjadi kontras dengan capaian Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang pada awal Maret lalu menerima penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua Barat sebagai daerah terbaik dalam implementasi pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dapodik merupakan sistem pendataan nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan untuk mengintegrasikan data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana.
Di tengah capaian tersebut, kondisi SD YPPK Meyom di wilayah adat Moskona menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang butuh perhatian serius.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SD YPPK Meyom, Yusup Mikhael Talubun, mengungkapkan dua kebutuhan mendesak sekolahnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Merdey yang digelar pada Senin (9/3/2026).
Menurutnya, sekolah sangat membutuhkan tambahan tenaga guru dan pembangunan fasilitas MCK.
“Tahun lalu itu guru lumayan banyak. Tapi pada akhirnya pindah, pindah. Akhirnya pegawai saya sendiri,” ungkap Talubun.
Meski kini dibantu satu guru kontrak, Talubun mengakui bahwa kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan di Kampung Meyom.
“Kalau orang bilang pendidikan Meyom mundur, saya akui. Karena memang kita dua saja. Satu kalau sakit, satu urusan ke kota, berarti selesai. Libur,” ungkap Talubun.
Selain kekurangan tenaga pengajar, sekolah juga belum memiliki fasilitas MCK, yang berdampak langsung pada aktivitas siswa, khususnya perempuan.
“Saya punya siswa banyak yang perempuan. Kalau mereka izin buang air dan segala macam, terpaksa saya utus dua orang berkaitan dengan adat. Tabrak hutan. Tidak ada MCK,” ungkap Talubun.
Dalam forum Musrenbang tersebut, Talubun meminta Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, agar memperjuangkan pemerataan tenaga guru di wilayah pedalaman.
“Dengan hormat saya mohon Kepala Distrik Merdey tolong suarakan ini lebih lantang lagi,” ujar Talubun.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut ke Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni.
“Katong mau bicara pembangunan infrastruktur, mau bicara apapun, tetapi kalau pembangunan sumber daya manusianya tidak seimbang, tidak bagus, tong tra bisa maju,” tegas Ogoney.
Ia juga menyayangkan kebijakan pemindahan guru yang dinilai tidak mempertimbangkan kebutuhan di wilayah pedalaman, termasuk di SD YPPK Meyom.
“Guru-guru yang bertugas di wilayah Distrik merdey dari honorer atau kontrak, kemudian diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS), itu jangan dipindahkan segampang itu. Jangan karena faktor keluarga atau kenalan. Itu tidak boleh,” tegas Ogoney.
Ia meminta agar guru yang telah diangkat menjadi PNS tidak menjadikan sekolah di wilayah pedalaman sebagai batu loncatan.
“Sebagai batu loncatan. Jangan jadikan wilayah kami seperti itu, kami tidak mau. Seperti itu yang nanti memunculkan konflik. Kepala dinas tolong, tolong jangan karena anda kepala dinas kemudian seenaknya langsung mengeluarkan nota dinas tanpa pembicaraan dengan kepala distrik, bupati, dan lain-lain. Harus lihat dulu, itu sifatnya urgen atau tidak,” tegas Ogoney.
Suaradamai.com telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan respons. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SD YPPK Meyom terakreditasi C. Sekolah tersebut memiliki empat ruang kelas dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang, terdiri atas delapan laki-laki dan 13 perempuan.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni







