Ambon, suaradamai.com – Pemuda di Maluku didorong untuk terus menjaga nilai serta merawat nalar kritis sebagai kekuatan utama dalam mempersatukan kebersamaan di tengah keberagaman.
Hal tersebut disampaikan Saadiah Uluputty dalam momentum halal bihalal yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), yang menjadi ruang berhimpunnya pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya, Kamis (26/03/2025).
Menurutnya, idealisme pemuda yang lahir dari daya kritis menjadikan mereka sebagai entitas strategis dalam menjaga kohesi sosial. Pemuda memiliki peran vital sebagai perekat di tengah potensi perbedaan yang ada di masyarakat.
“Kalau tema menjaga nilai dan merawat nalar ini digaungkan oleh pemuda, artinya ada kesadaran kolektif yang sedang dibangun untuk menjadi perekat sosial,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberagaman di Maluku merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat. Kesadaran akan pentingnya kebersamaan menjadi kunci utama dalam membangun daerah, mengingat pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Maluku tidak bisa dibangun dengan ego masing-masing. Kita harus bersatu dan bergandeng tangan. Perbedaan justru menjadi alasan untuk bersama, bukan untuk terpecah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Maluku masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan kemiskinan. Karena itu, peran pemuda sebagai generasi penerus atau iron stock sangat diharapkan dalam mendorong perubahan dan pembangunan ke depan.
Selain itu, dinamika global yang terus berkembang juga perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, maupun politik di daerah. Oleh sebab itu, stabilitas dan kedamaian di Maluku harus terus dijaga.
“Kita hidup dalam satu ruang yang sama. Maka penting bagi kita untuk menciptakan kehidupan yang damai, aman, dan harmonis agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Maluku. Dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang dimiliki, Maluku dinilai memiliki modal besar untuk maju jika dikelola dengan semangat kebersamaan.
“Maluku harus dibangun bersama. Tidak bisa hanya oleh pemerintah atau satu kelompok saja, tetapi oleh semua pihak dengan satu visi yang sama,” pungkasnya.
