Ambon, suaradamai.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka kegiatan Gema Budaya Islami Musim II dan Halal Bihalal yang diselenggarakan Sanggar Al-Muzaffar, sekaligus menyerahkan tiket emas dan piagam penghargaan kepada peserta audisi Lomba Seni dan Budaya Islami (LasQi) tingkat Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe tahun 2026. Acara berlangsung di Gedung Azhari Al-Fatah, Senin (21/04/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa upaya pembangunan Kota Ambon tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai luhur, toleransi, dan peran aktif seluruh warga. Ia menyebutkan bahwa berbagai kegiatan yang diadakan, mulai dari Festival Ramadan, Ogoh-ogoh, Festival Imlek, hingga kegiatan budaya Islami yang berlangsung hari ini, merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk dan beragam.
“Kota Ambon dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang, namun kita hidup bersama sebagai saudara. Semua kegiatan ini kita dukung dan fasilitasi agar rasa kebersamaan dan saling menghormati tetap terjaga, serta nilai-nilai warisan leluhur tidak punah di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi,” ujarnya.
Wattimena juga mengingatkan kembali kebijakan yang telah digagas sejak tahun 2023, yaitu menyediakan setidaknya satu sanggar seni budaya di setiap kelurahan atau negeri. Tujuannya adalah untuk memberi ruang bagi generasi muda berkarya, sekaligus mendukung citra Ambon sebagai kota yang kaya akan warisan budaya. Ia memuji perkembangan Sanggar Al-Muzaffar yang telah aktif mengisi berbagai kegiatan positif, dan berharap ke depannya semakin banyak sanggar yang tumbuh dan berkembang.
“Bayangkan jika nanti kita memiliki 50 sanggar di seluruh kota, maka akan lahir puluhan tarian, lagu, dan karya seni baru. Ini adalah kekuatan besar yang kita miliki. Oleh karena itu, kita butuh inovasi dan kerja keras agar karya-karya kita semakin berkualitas dan mampu bersaing,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan audisi LasQi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa masyarakat mulai terbiasa bekerja secara profesional dan berkompetisi dengan sehat, yang pada akhirnya akan membentuk ketahanan dan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
Terkait momen Halal Bihalal, Wali Kota menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, baik antarumat Islam maupun dengan pemeluk agama lain. Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi kota ini cukup berat, mulai dari pengaruh situasi global hingga keterbatasan anggaran daerah, namun ia meyakini bahwa kebersamaan dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi segala tantangan tersebut.
“Yang menentukan masa depan kita adalah kita sendiri, bukan keadaan yang ada. Mari kita perbanyak dukungan, perbanyak kebaikan, dan kurangi hal-hal yang dapat memecah belah. Setiap orang, apa pun posisinya, bisa memberikan kontribusi sekecil apa pun untuk kemajuan kota ini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus dan anggota Sanggar Al-Muzaffar, serta para peserta yang berhasil mendapatkan tiket emas dan piagam penghargaan. Ia berharap kegiatan serupa terus diadakan agar terus lahir seniman dan pencipta karya baru yang akan mengharumkan nama Kota Ambon.
“Kita ada di sini untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan membawa kebaikan bagi kita semua. Teruslah berkarya dan berikan yang terbaik untuk kota ini,” pungkasnya.









