Komisi IV DPRD Maluku Pertanyakan Keseriusan Satgas Tangani Covid-19

Sesuai pengamatan Huwae, banyak warga tidak menjalankan prokes 3 M, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.


Ambon, suaradamai.com – Anggota Komisi IV DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae mempertanyakan keseriusan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku dalam menjalankan fungsi pengawasan protokol kesehatan (prokes).

Sebab, sesuai pengamatan Huwae, banyak warga yang terlihat tidak menjalankan prokes 3 M, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Jujur saja kalau kita semua was-was. Masih bingung juga, Ibu Kadis Kesehatan (Kadinkes). Kemarin saya ke arah Tulehu, betapa Saya melihat, bahwa di masyarakat ini Prokes sudah tidak ada lagi. Bukan hanya di Tulehu, dalam kota juga seperti itu,” ujar Edwin dalam rapat bersama dengan Dinas Kesehatan Maluku, Senin, (25/1/2021).

Padahal, lanjut dia, perkembangan Covid-19 mencemaskan. Ditambah lagi dengan perpindahan penduduk lewat jalur laut dan udara, bisa jadi perpindahan virus.

“Tugas dan fungsi Tim Satgas apa saja sekarang ini? Atau tidak lagi memperketat Prokes di level masyarakat? Atau adanya kurang koordinasi antara Pemprov dan Pemda Kabupaten/kota?” Tanya Huwae.

Setiap sore, sekitar pukul 19.00 WIT, Huwae selalu mengikuti perkembangan data Covid-19 lewat data pusat. Ada data yang hari ini nol, besok naik, bahkan pernah mencapai angka 100 lebih.

Dia bingung, apakah ini disebabkan karena fasilitas kesehatan di Maluku yang belum memadai dan tidak tersebar merata, sehingga angka perkembangan virus naik turun.

Mantan Ketua DPRD Maluku ini dengan gamblang mengatakan, kalau informasi dari Bagian Humas Satuan Tugas belum cukup menyampaikan secara detail, dan kurangnya sosialisasi sehingga masyarakat bisa saja berpikir kalau sebenarnya Covid tidak ada. Padahal anggaran yang disediakan cukup fantastis untuk menangani virus ini.

“Masih ada sebagian kita pada level masyarakat masih membicarakan antara ada dan tiada Covid ini. Biar menyampaikan dalam cara apapun, tetap mereka tidak peduli. Mungkin karena faktor-faktor lain, tapi saya tidak paham,” ujar Huwae.

Editor: Labes Remetwa


Menurut Huwae, perkembangan Covid-19 di Maluku mencemaskan.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...