Yustina Ogoney akan berbagi panggung diskusi bersama para pemimpin dan tokoh penting lainnya, seperti Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A; Anggota DPR RI Dapil Papua Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si; Anggota DPR Papua Tengah Jalur Otsus Stella Theresia Uce Misiro, S.Hut; Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara – AMAN, Rukka Sombolinggi; dan Tenaga Ahli Satgas Hutan Adat (sebagai Moderator) Abdon Nababan.
Bintuni, suaradamai.com – Peran krusial perempuan adat dalam menjaga keutuhan benteng terakhir hutan tropis Indonesia dan masa depan Tanah Papua kembali mendapatkan panggung kehormatan di tingkat nasional dan internasional.
Tokoh Perempuan Adat Papua asal Kabupaten Teluk Bintuni, Yustina Ogoney, secara resmi diundang menjadi pembicara dalam gelaran bergengsi PAPEDA Summit 2026.
Undangan formal yang ditandatangani oleh Ketua Panitia PAPEDA Summit 2026, Julian Kelly Kambu, mengharapkan kesediaan Yustina Ogoney untuk menyampaikan pandangan strategisnya dalam sesi utama Plenary 03: Kepemimpinan Masyarakat Adat.
Sesi tersebut akan digelar pada Kamis, 3 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIT di Kantor Walikota Sorong, Papua Barat Daya.
Mendorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Dalam forum yang menghimpun lebih dari 500 pemangku kepentingan tersebut, Yustina Ogoney dijadwalkan membawakan paparan materi bertajuk “Peran Perempuan Adat dalam Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua”.
Topik ini dinilai sangat krusial mengingat perempuan adat merupakan aktor utama di tingkat tapak yang mengelola sumber daya alam secara arif, menjaga tradisi budaya, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi komunitas adat dari ancaman perubahan iklim.
Kehadiran Yustina Ogoney di PAPEDA Summit 2026 difokuskan pada tiga pilar utama:
- Penjaga Kelestarian Alam: Mengangkat praktik baik pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
- Ketahanan Sosial-Ekonomi: Memperkuat peran perempuan dalam struktur ekonomi keluarga dan komunitas adat berbasis hasil alam lokal.
- Penguat Hak Adat: Menegaskan pentingnya pengakuan hak-hak masyarakat adat atas wilayah darat, pesisir, dan hutan adat.
Bawa Aspirasi Teluk Bintuni ke Forum Utama
Sebagai tokoh perempuan adat dari Kabupaten Teluk Bintuni—daerah yang memiliki bentangan ekosistem kaya akan hutan tropis dan mangrove—kehadiran Yustina Ogoney menjadi jembatan penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat lokal langsung kepada para pemangku kebijakan.
Pada sesi Plenary 03, Yustina akan berbagi panggung diskusi bersama para pemimpin dan tokoh penting lainnya:
- Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A. (Gubernur Provinsi Papua Pegunungan)
- Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si. (Anggota DPR RI Dapil Papua)
- Stella Theresia Uce Misiro, S.Hut. (Anggota DPR Papua Tengah Jalur Otsus)
- Rukka Sombolinggi (Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara – AMAN)
- Abdon Nababan (Tenaga Ahli Satgas Hutan Adat – sebagai Moderator)
Kepemimpinan Adat Sebagai Fondasi Keberlanjutan
Ketua Panitia PAPEDA Summit 2026, Julian Kelly Kambu, menyampaikan bahwa partisipasi aktif Yustina Ogoney akan menjadi kontribusi strategis dalam menegaskan komitmen bersama.
Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi inspirasi, melainkan juga menghasilkan langkah konkret dalam pengakuan Hutan Adat serta pembentukan kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan bagi Orang Asli Papua (OAP).
Editor: Labes Remetwa




