Berikut Kesimpulan Rapat Komisi II Bersama Pertamina, Agen, Hingga Disperindagnaker Malra

Ada sejumlah kesimpulan yang dihasilkan lewat RDP dengan para pihak terkait minyak tanah, salah satunya adalah Komisi II merekomendasikan kepada Disperindagnaker untuk melakukan terobosan dengan sistem pengawasan melalui GPS pada setiap kendaraan pengangkut Mitan dari agen ke pangkalan.


Langgur, suaradamai.com – Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka membahas solusi terhadap kelangkaan minyak tanah di wilayah adminstrasi Malra.

Rapat tersebut dilaksanakan di ruang sidang Komisi II, Kamis (27/1/2022), yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II Esebius Utha Safsafubun, dihadiri ketua dan anggota komisi II, Kepala Disperindagnaker Malra, Terminal Fuel Manajer PT. Pertamina Tual, serta lima Agen Minyak Tanah (AMT), yakni CV. Surya Mitra Perkasa, CV. Akbar Jayamalra, CV. H. S. Pratama, CV. Ulva Mutia, dan CV. Sumber Karya.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain, agen minyak tanah diminta untuk melakukan persebaran pangkalan minyak tanah pada setiap kecamatan di Malra.

Selanjutnya, Komisi II merekomendasikan kepada Disperindagnaker untuk melakukan terobosan dengan sistem pengawasan melalui GPS pada setiap kendaraan pengangkut Mitan dari agen ke pangkalan.

“Kami meminta Pemda dalam hal ini Disperdagnaker untuk mengadakan kendaraan laut pengangkut minyak tanah, sehingga dapat melayani warga yang berada di Pulau Kei Besar dan beberapa desa di Kecamatan Kei Kecil Barat,” jelas Utha.

Selain itu, Komisi II meminta Disperindagnaker untuk melakukan perbaikan data yang lebih akurat terkait dengan posisi teratur stok minyak tanah.

Kesimpulan terakhir adalah pihak agen diminta untuk menyerahkan dokumen MoU atau perjanjian kerja sama antara agen dan pangkalan, serta MoU antara agen dan pihak Pertamina di Jayapura kepada Komisi II.

Menurut Utha, Komisi II tidak sebatas pada kesimpulan tersebut, namun akan melakukan rapat internal komisi untuk selanjutnya akan melakukan on the spot atau tinjau lapangan sebagai tindak lanjut dari RDP yang digelar selama tiga hari.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU