Budaya Lawan Jalur, Plt Kadis Dishub Malra: Masyarakat Harus Tertib

“Sebenarnya ini kerja sama kita bersama masyarakat untuk kelancaran arus lalu lintas dan menghindari kecelakaan,” Ucap dia, Rabu (7/4/2021).


Langgur, suaradamai.com – Ruas jalan pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara, masih terdapat sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melawan arus. Meski negatif dan melanggar aturan lalu lintas, perilaku tersebut masif dilakukan.

Plt. Kadis Dinas perhubungan (Dishub) kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Jhon J.N Hukubun mengaku masih banyak pengguna jalan yang mencoba melawan arus.Masyarakat seharusnys tertib berlalulintas.

“Sebenarnya ini kerja sama kita bersama masyarakat untuk kelancaran arus lalu lintas dan menghindari kecelakaan,” Ucap dia, Rabu (7/4/2021).

Lebih lanjut Hukubun menjelaskan, jalur pasar langgur sering terjadi Kemacetan dan kecelakaan. Penyebab terjadinya kemacetan adalah pengguna jalan sering kali tabrak arus/salah jalur.

Kepada reporter suaradamai.com, ia menjelaskan, terdapat 31 personil yang terbagi di setiap pos. Mereka bertugas mengawasi proses arus lalu lintas setiap harinya.

“Sayangnya, pelanggaran masih saja terjadi ketika petugas tidak ada atau sedang beristirahat,” ujar dia

Pertigaan jalur PLN, ” kata dia, merupakan awal pengguna jalan melanggar jalur.  Seharusnya belok ke  kiri dan lurus ke ujung langgur. Itu merupakan jalur yang  benar, tetapi masyarakat kadang melanggar aturan itu dan memilih belok kanan untuk menuju ke jalur kolser atau debut padahal jalur itu salah.

Ia mengaku, Tahun 2022 nanti, pihaknya akan berupaya  menyediakan pembatas untuk mengantisipasi pengguna jalan yang salah jalur. Dishub juga telah menyusun regulasi atau peraturan Bupati sebagai pedoman memberikan sanksi bagi masyarakat.

Menurut Plt Kadis Dishub, tantangan yang saat ini dihadapi dalam menjaga ketertiban arus lalu lintas adalah kurangnya personil, rendahnya kesadaran masyarakat, dan fasilitas terminal pasar tidak mampu menampung angkutan umum yang ada.

“Angkutan umum yang masuk ke pasar langgur melayani jalur kota tual dan langgur. Belum lagi dari kampung-kampung. Ini salah satu penyebab terjadi kemacetan di dalam pasar.” Jelas dia.

Dishub juga merencakan jalur alternatif ataupun kebijakan terbaru sehingga lalu lintas didalam pasar tidak mengalami kemacetan. Dia berharap agar masyarakat yang masih suka menabrak jalur untuk sadar dan bekerja sama mengikuti arahan yang telah ditetapkan demi kemanan dan kenyamanan bersama.

Saat ditemui reporter suaradamai.com ,beberapa pengendara mengatakan bahwa Mereka melihat rambu yang dipasang dan tetap memilih melanggar jalur karena dinilai lebih cepat sampai tujuan.

“Kami akan tertib kalau ada petugas, jika tidak ada petugas, tidak masalah asal tidak menabrak orang.” Ujarnya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...