Rabu, Oktober 28, 2020

Bupati Thaher: Malra Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Pemda Malra punya strategi bertanam dalam menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengatakan apabila terjadi krisis pangan, Malra sudah siap.

“Saya baru pulang dari Ambon kemarin. Kepada Gubernur saya sampaikan, ‘kalo dua tiga bulan kedepan andaikan beras tidak ada, kita masih punya makanan, artinya ubi dan lainnya masih ada,” kata Bupati dalam sambutannya ketika memanen hasil kebun “Ve’e Kes Yang” di depan Kantor Bupati, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Bupati, Maluku Tenggara punya lahan kebun seluas kurang lebih 40 hektar. Terdiri dari kebun manunggal yang diprakarsai TNI, kebun tangguh oleh Polri, dan “Ve’e Kes Yang” oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Bupati Malra: Pengelolaan “Ve’e Kes Yang” Akan Berkelanjutan

“Ditambah lagi dengan semangat yang dibangun oleh TNI-Polri dan pemerintah daerah, akhirnya banyak sekali kebun-kebun dibuka oleh masyarakat. Dan ini luar biasa,” ujar Bupati.

Bupati bilang, semua lahan yang ada sudah siap sediakan pangan untuk masyarakat. Tinggal bagaimana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan keliling memberikan penyuluhan untuk menjaga dan meningkatkan produksi.

Baca juga: Setelah Revolusi Hijau dengan “Ve’e Kes Yang,” Kini Pemkab Malra Gagas Revolusi Biru

Bupati juga meminta pihak perbankan untuk membantu pemerintah daerah menambah lahan kebun. “Kami masih punya lahan. Kalo masih ada CSR, mari katong bantu,” ujar Bupati kepada pihak perbankan yang ikut dalam kegiatan itu.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Malra Felix B.Tethool mengatakan, ketahanan pangan tidak bisa diprediksi namun harus dipastikan.

Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menjaga ketahanan pangan di masa pandemi ini.

Baca juga: Ke Mana Hasil Panen “Ve’e Kes Yang” Disalurkan?

“Tiga bulan kedepan, kita siap. Petatas (untuk) jangka pendek, kasbi jangka menengah. Pada kondisi yang sangat parah kita masuk sagu. Jadi ada umur dua bulan tiga bulan, ada enam bulan, sembilan bulan. Dalam kondisi terdesak kita harus sagu,” papar Felix saat acara pemanenan hasil kebun Ve’e Kes Yang di lokasi Danar 1 pada hari yang sama.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU