Dua Tahun Pemerintahan MTH-PB, Apa yang Sudah Dibuat?

Misi III. Mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing

Misi ini diwujudkan melalui pencapaian indikator kinerja antara lain pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, laju inflasi, pendapatan per kapita, index ketimpangan wilayah, nilai tukar petani, kunjungan wisatawan, dan lama tinggal wisatawan.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2017 mencapai angka 5,92 persen dan sampai tahun 2019 ada pada angka 5,85 persen.

Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2017 sebesar 4,50 persen, menurun menjadi 2,58 persen pada tahun 2019.

Sedangkan laju inflasi tahun 2017 berada pada angka 3,31 persen, dan tahun 2019 turun menjadi 2,34 persen. Atas capaian ini, Kabupaten Maluku Tenggara meraih predikat TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota untuk kawasan Nusa Tenggara – Maluku – Papua.

Pendapatan per kapita tahun 2017 berada pada angka Rp 27,7 juta, naik pada tahun 2019 menjadi Rp 32,37 juta.

Index ketimpangan wilayah pada tahun 2017 sebesar 0,30. Pada tahun 2019 menjadi 0,29. Hal ini menunjukkan ketimpangan di Kabupaten Maluku Tenggara semakin kecil.

Untuk nilai tukar petani pada tahun 2017 berada pada index 95,51 dan meningkat menjadi 99,30 pada tahun 2019.

Jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2017 sebanyak 147.747 wisatawan. Turun pada tahun 2019 menjadi 131.441 wisatawan. Lama tinggal wisatawan di Maluku Tenggara pada tahun 2017 adalah 6 sampai 7 hari, meningkat pada tahun 2019 menjadi 9 sampai 14 hari.

Pada tahun 2019, Kabupaten Maluku Tenggara ditetapkan sebagai pintu masuk iven internasional perahu layar bertajuk Wonderful Sail to Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi !!
× Ada yang bisa dibantu?