Hutan Pulau Pulau 10 Gundul, Warga Masif Lakukan Penebangan Pohon

Namun, sayangnya kini banyak manusia dengan sadar dan masif melakukan aktifitas penebangan hutan secara ilegal atau tanpa izin.


Langgur, suaradamai.com – Pulau 10 dikenal bukan karena memiliki kekayaan laut semata, tetapi juga kekayaan flora dan fauna. Jika kita berkunjuk ke pulau pulai ini, mata kita akan dimanjakan dengan deretan pohon tinggi menjulang yang menjadi rumah kawanan burung.

Sayangnya kini banyak manusia dengan sadar dan sengaja melakukan aktifitas penebangan hutan secara ilegal atau tanpa izin.

Lima hari ini saya berada di Pulau Hoat. Satu dari sepuluh pulau yang berada di Wilayah Kecamatan Manyeuw, Maluku Tenggara.

Lima hari ini pula, saya mendengar nyayian sensor dan tangisan pohon pohon. Hutan di pulau pulau kecil ini mati bisu.

Penasaran menghantarkan saya untuk meninjau langsung lokasi penebangan di pulau Farkikur dan pulau Lea. Disana pohon tumbang tanpa reboisasi. Selain pohon besar, pohon kecil pun ikut ditebas.

Bermaksud untuk mencegah aktifitas itu, malah saya diperhadapkan dengan puluhan orang dengan senjata tajam, dengan nada keras, tanpa ada rasa bersalah dan mengatakan, ” kayu ini ditebang untuk buat Bagan,”. Saya terpernga, diam, dan memang tak berdaya. Leluhur yang menangis pun tak digubris demi sekoper duit.

Jika aktivitas penebangan liar ini terus dilakukan, dikhawatirkan akan berdampak pada punahnya ekosistim di hutan ini, bahkan menjadi bencana alam jika terus dilakukan.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU