Keseruan di HUT ke-23 Dharma Wanita Persatuan KKT Gelar Lomba Meja Makan Nakes

“Organisasi DWP yang mayoritas adalah istri-istri ASN, miliki fungsi lebih sebagai wahana persekutuan perempuan untuk saling memberi dan melengkapi diri dengan ilmu pengetahuan,” ujar Sekda.


Saumlaki. Suaradamai.com – Hari Ulang Tahun ke-23 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dimeriahkan dengan lomba penilaian meja makan nakes (bahasa Tanimbar) atau biasa disebut meja makan bersama atau makan patita. Dimana aneka menu tradisional khas Tanimbar yang dimasak dengan cara Bakar Batu tersaji pada setiap nakes dari unit-unit OPD yang ada. Selain menyajikan aneka menu makanan dan minuman (air kelapa muda, sageru manis hingga sopi), juga dilengkapi dengan wadah tempat makanan setra piring dan sendok dan gelas yang terbuat dari tempurung kelapa. Begitu juga alas meja, yang menggunakan daun kelapa sebagai pengganti taplak meja.

Acara yang digelar pada Lapangan Mandriak, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Jumat (9/12) ini mengusung tema Membangun Perempuan Cerdas dan Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital.

HUT ke-23 Dharma Wanita Persatuan di Tanimbar semakin seru ketika tim penilai yang terdiri dari Pejabat Ketua Tim Penggerak PKK KKT Ny. Aan Indey, Ketua DWP KKT Ny. Renny Moriolkossu, serta para ketua-ketua organisasi wanita dari instansi vertikal (Adhyaksa Dharmakarini, Bhayangkari, Persit, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini) mulai berjalan per meja nakes untuk menilai cara penyajian maupun menu makanan. Pada setiap stand, berusaha dengan caranya masing-masing untuk memberikan penjelasan kepada para tim penilai ini. Ada yang menggunakan nyanyian dengan bahasa daerah, ada yang menawarkan siri pinang yang merupakan tradisi zaman dulu saat bertamu. Dan tentunya setiap petugas penjaga stand menggunakan pakain adat Tanimbar yakni baju tenun dengan burung cendrawasih dikepala mereka.

Keberadaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) ini dirasa cukup penting bagi keberlangsungan peran dan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan itu, artinya organisasi ini menjadi wadah berkumpulnya istri Pegawai Negeri dalam melakukan berbagai agenda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ruben Moriolkossu selaku Pembina DWP KKT, yang membaca sambutan Penjabat Bupati Daniel E Indey selaku dewan penasehat, mengatakan kalau tantangan DWP kedepan semakin berat. Dengan perkembangan sektor digital membawah pemikiran baru dan tantangan tersendiri membangun perempuan yang berprestasi dan berinovasi terutama sebagai istri dan ibu bagi keluarga.

“Organisasi DWP yang mayoritas adalah istri-istri ASN, miliki fungsi lebih sebagai wahana persekutuan perempuan untuk saling memberi dan melengkapi diri dengan ilmu pengetahuan,” ujar Sekda.

Dikatakan, peran perempuan dalam organisasi ini bukan hanya sekedar pendamping tetapi penggerak dalam keluarga dan masyarakat. Dirinya meyakini kiprah DWP KKT telah memberikan pengaruh positif terhadap kualitas individu dalam keluarga dan telah menebar kebaikan dilingkungan sekitar.

Sekda juga mengingatkan bahwa memasuki tahun 2023 mendatang, akan menghadapi tantangan lebih berat, dimana akan terjadi resesi ekonomi. Akan tetapi, belajar dari sejarah perempuan Tanimbar dimasa lampau yang tetap tegar berdiri kokoh walau diterpa badai krisis. Mengingat perempuan Tanimbar sejak dahulu terkenal dengan kesetiaan mereka kepada keluarga.

“Tetaplah bekerja keras dan hasilkan karya untuk kebutuhan keluarga, teruslah asa kemampuan diri dan jadilah tiang doa dalam keluarga. Jangan goyah walau diperhadapkan dengan berbagai tantangan untuk jalankan roda organisasi. Dirgahayu ke-23 DWP di Bumi Duan Lolat,” tutup Sekda


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU