Peluncuran website desa menjadi bagian dari komitmen Pemkab Aru dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa, sejalan dengan visi mewujudkan Aru yang maju, transparan, dan mendunia.
Dobo, suaradamai.com – CV Aru Muda Maju bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru belum lama ini meluncurkan 57 Website Desa.
Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Aru dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa, sejalan dengan visi mewujudkan Aru yang maju, transparan, dan mendunia.
”Selesai launching, kita membuat pelatihan khusus untuk 57 desa, untuk operatornya,” tutur Direktur CV Aru Muda Maju, Marcio Baulengi kepada Suaradamai. com, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, usai launching dan pelatihan kepada para operator, selanjutnya memasuki tahapan pembuatan video profil desa.
”Sekarang kita lagi kumpul tim untuk turun ke 57 desa ini untuk buat video dokumentasi untuk profil desa,” terang Marcio.
Sehingga dalam waktu dekat, sudah bisa finalisasi website desa. Namun tentunya menyesuaikan faktor cuaca ekstrem.
Sementara itu, Komisaris CV Aru Muda Maju, Roy Rengrengulu menegaskan kembali peran website desa yang menandai langkah besar desa-desa di Aru melalui digitalisasi desa.
”Selain digitalisasi desa, ini menjadi program unggulan yang baik untuk desa. Menjadi desa yang mendunia. Dan Aru tidak dikenal hanya di Dobo saja, tetapi di Indonesia bahkan dunia,” ucap Rengrengulu.
Ia berharap, selalu ada kolaborasi yang baik antara CV Aru Muda Maju bersama pemerintah daerah dan juga pemerintah desa untuk mewujudkan visi besar ‘Aru Mendunia’ dari desa.
”Supaya Aru ini terus berkembang dan mendunia,” pungkas Rengrengulu.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel saat peluncuran 57 website desa mengatakan, pemanfaatan website desa tidak hanya mendukung visi ‘Aru Mendunia’, tetapi juga menjadi solusi dalam memantau 117 desa yang tersebar di wilayah kepulauan dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.
“Dengan website desa, kita bisa memantau seluruh desa hanya melalui genggaman. Cukup lewat handphone, kita bisa melihat profil, data, dan program desa tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujar Bupati Kaidel.
