Kondisi Terkini Kota Elat di Tengah Pandemi Corona (Bagian Kedua)

Aktivitas di dalam dan luar kota sepi.


Elat, suaradamai.com – Kota Elat, Ibu Kota Kecamatan Kei Besar, merupakan salah satu kota tertua di Kabupaten Maluku Tenggara, mulai sepi di tengah ancaman pandemi Corona.

Pantauan awak media ini, Kamis (16/4/2020), aktivitas di Pasar Elat dan pangkalan ojek – lokasi yang dapat dijadikan indikator keramaian – sepi pengunjung. Kondisi yang sama dijumpai di luar kota.

Daeng Azis, penjual barang campuran di Pasar Elat sangat merasakan dampak corona. Pendapatan yang biasanya sehari bisa mencapai Rp 1 juta – Rp 2 juta menurun menjadi Rp 200 ribu – Rp 500 ribu.

Kadir juga mengeluh. Agen BRI ini mengatakan penghasilannya menurun dari kisaran Rp 2 juta – Rp 3 juta hingga Rp 500 ribu – Rp 1 juta.

Banyak tukang juga ojek terpaksa tinggal di kampung karena tidak ada penumpang yang ke kota. Kalaupun ada, itu hanya untuk urusan tertentu.

“Warung makan sepi, terminal luar kota sepi, semua sepi,”

Kondisi yang sama juga terjadi pada kapal penumpang. Ada dua kapal yang melayani rute Elat – Langgur, yaitu KM. Cantika dan KM. Telaga Express. KM. Cantika berhenti beroperasi sejak pemerintah memberlakukan social distancing karena ancaman virus corona. Sedangkan KM. Telaga Express selama tiga minggu sebelumnya tidak beroperasi, baru tiga hari terakhir mulai melayani.

Kapten kapal KM. Telaga express, Okto Wusurwut, tiga minggu lalu kepada Pilar Timur/Suaradamai.com mengatakan bahwa kapal akan beroperasi apabila jumlah penumpang memenuhi standar muat kapal.

Reporter: Tarsi Temorubun/ Penulis: Labes Remetwa/ Editor: Labes Remetwa


KM. Cantika dan KM. Telaga Express berhenti beroperasi karena social distancing dan kekurangan penumpang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU