Legislator Dukung SMK Kasih Theresia, Sekolah Kejuruan Pertama di Kei Besar

Sebagai wakil rakyat dan kader partai, sejumlah anggota DPRD Malra akan menyuarakan kebutuhan SMK Kasih Theresia ke Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Pusat.


Langgur, suaradamai.com – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara mendukung penuh kehadiran SMK Kasih Theresia yang terletak di Ohoi (Desa) Bombay, Kecamatan Kei Besar.

Ketua DPRD Malra Minduchri Kudubun, anggota Blandina Fautngilyanan, Septian Brian Ubra, dan Cristo Beruat sama-sama mengapresiasi langkah Amon Fautngiljanan, seorang pemuda Kei Besar, yang telah berjuang mendirikan sekolah tersebut.

“Saya mendukung sekali. Saya sejak awal mensupport dia untuk jangan berhenti berjuang. Ini satu hal yang baik untuk kemajuan pendidikan, apalagi kita punya masyarakat jauh dari tempat pendidikan yang lebih tinggi dari SMP,” ujar Blandina, yang juga adalah mantan Kepala Sekolah SMP.

Legislator menilai, kehadiran sekolah kejuruan pertama dan satu-satunya di Pulau Kei Besar itu sangat strategis dalam mendukung pembangunan salah satu sektor andalan daerah, yakni pariwisata.

Menurut mereka, kemajuan Maluku Tenggara juga sangat tergantung pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Kehadiran SMK Kasih Theresia diharapkan mampu menjawab tantangan ini.

“Saya kira ini sebuah terobosan yang baik dalam dunia pendidikan kita. Kita tahu sungguh bahwa dalam proses menyiapkan generasi bangsa kedepan untuk sebuah pembangunan, maka hal paling penting yang tidak bisa kita pisahkan, adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia,” ujar Brian.

Bagi Cristo Beruat, kehadiran sekolah ini juga dapat mengurangi angka putus sekolah yang terjadi di Kei Besar, sekaligus meningkatkan SDM. “Ini kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kei Besar,” ujar Cristo.

Ketua DPRD Malra Minduchri Kudubun, anggota Septian Brian Ubra dan Cristo Beruat mengatakan, meskipun kewenangan SMK dan SMA ada di Pemerintah Provinsi Maluku, namun kehadiran SMK Kasih Theresia juga harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.

Juga bersuara lewat partai

Tidak hanya menggunakan perannya sebagai wakil rakyat, sebagai kader partai politik, keempat legislator itu juga akan menyuarakan kebutuhan SMK Kasih Theresia ke Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Pusat melalui partai.

Minduchri Kudubun merupakan kader sekaligus Ketua DPC PKB Malra, Blandina Fautngilyanan adalah kader Partai Perindo, Septian Brian Ubra dari Partai Demokrat, dan Cristo Beruat dari PKB.

“Pasti saya akan membicarakan ini secara berjenjang dalam internal partai. Ketika ini saya sampaikan, pasti mendapat respon positif baik di DPD sampai DPP, karena sudah ada pikiran untuk mendorong kemajuan sekolah ini,” ungkap Minduchri yang juga Ketua DPC PKB Malra, kepada Suara Damai, Senin (20/9/2021).

“Kami juga punya anggota DPRD dari Fraksi Demokrat yang ada di Provinsi Maluku. Kami akan melakukan komunikasi politik, untuk dalam proses pembahasan APBD di tingkat Provinsi, sekolah ini bisa menjadi perhatian. Saya kira dukungan dari semua pihak, baik Pemerintah Daerah maupun DPRD Malra sangat penting untuk bagaimana sekolah ini eksis dan mampu menjawab berbagai tantangan,” tambah Brian.

Pemuda kembali bangun daerah

Ketua DPRD Malra Minduchri Kudubun mengajak pemuda asal Maluku Tenggara kembali mengabdi, membangun daerah, seperti yang dilakukan Amon Fautngiljanan.

Amon adalah lulusan Universitas Cendrawasih. Dia bekerja sebagai operator di sejumlah sekolah di Timika, Papua, hingga sekarang. Selama lima tahun bekerja sebagai operator sekolah, dia punya kesempatan membangun jaringan di tingkat daerah hingga pusat.

Dengan pengalaman itu dan melihat kebutuhan di Malra, lebih khusus, Kei Besar, Amon mendirikan SMK Kasih Theresia, sekolah kejuruan pertama di Pulau Kei Besar yang bergerak di bidang pariwisata.

“Diharapkan juga, terhadap generasi muda yang ada di luar daerah, punya pengalaman dan potensi, agar harus kembali untuk mengembangkan daerah kita melalui displin ilmu mereka,” ujar Minduchri.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU