MRP Papua Barat Serap Aspirasi Pengungsi Moskona, Dorong Evakuasi Warga dari Hutan

MRP Papua Barat turun langsung ke lokasi pengungsian di Kabupaten Teluk Bintuni dan mendesak evakuasi warga Moskona yang masih bertahan di hutan.


Bintuni, suaradamai.com – Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat turun langsung menemui warga yang mengungsi dari Distrik Moskona Utara di Kompleks Belakang POM, SP 5, Distrik Bintuni, Selasa (28/4/2026).

Kunjungan lapangan tersebut bertujuan menyerap aspirasi sekaligus mendorong percepatan penanganan pengungsi, terutama warga yang masih bertahan di hutan.

Ketua Pokja Adat MRP Papua Barat, Musa Mandacan, mengatakan pihaknya ingin melihat langsung kondisi pengungsi serta mendengar kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang disampaikan warga adalah kebutuhan pendidikan bagi anak-anak, serta keterbatasan logistik dan tempat tinggal selama berada di pengungsian.

“Kami datang untuk melihat kondisi masyarakat dan mendengar aspirasi mereka. Kebutuhan anak-anak sekolah menjadi perhatian, selain persoalan makan, minum, dan tempat tinggal,” ujar Musa.

Ia menambahkan, MRP Papua Barat telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Masalah yang akan memfasilitasi proses mediasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami ingin masyarakat terlibat langsung agar persoalan ini bisa dilihat secara jelas. Setelah ini, Pansus akan melanjutkan proses mediasi,” katanya.

Kiri ke kanan: Ketua Pokja Adat MRP Papua Barat Musa Mandacan, Ketua Pansus Penyelesaian Masalah MRP Papua Barat Obet Wonggor, dan Tokoh Masyarakat Moskona, Korneles Aisnak. (Suara Damai/Labes Remetwa)
Kiri ke kanan: Ketua Pokja Adat MRP Papua Barat Musa Mandacan, Ketua Pansus Penyelesaian Masalah MRP Papua Barat Obet Wonggor, dan Tokoh Masyarakat Moskona, Korneles Aisnak. (Suara Damai/Labes Remetwa)

Sementara itu, Ketua Pansus Penyelesaian Masalah MRP Papua Barat, Obet Wonggor, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima berbagai aspirasi warga, termasuk permintaan untuk mengevakuasi masyarakat yang masih berada di hutan.

“Kami siap menyuarakan kepada pimpinan agar segera difasilitasi langkah untuk mengeluarkan pengungsi dari hutan ke kota,” ujarnya.

Obet juga mendorong adanya kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat, MRP Papua Barat, Pemda Kabupaten Teluk Bintuni, pihak keamanan, juga elemen adat guna memastikan proses evakuasi masyarakat terkoordinasi dengan baik, lancar dan aman.

“Ini menyangkut kemanusiaan. Kita tidak bisa membiarkan mereka terus berada di hutan. Harus ada kerja sama semua pihak untuk membawa mereka ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

Dari sisi masyarakat, tokoh masyarakat Moskona, Korneles Aisnak, menyampaikan apresiasi atas kehadiran MRP yang turun langsung ke lokasi pengungsian.

Ia berharap MRP dapat memediasi pertemuan antara masyarakat dan pemerintah guna mencari solusi bersama, termasuk upaya mengevakuasi warga yang masih berada di hutan.

“Kami berharap ada mediasi agar semua pihak bisa duduk bersama. Warga yang masih di hutan perlu dipulangkan dulu ke kota, baru kemudian pemerintah memperbaiki kondisi di kampung sebelum pengungsi kembali,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kampung Mosum, Silas Orocomna, yang mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan bahan makanan yang diberikan kepada para pengungsi.

“Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan. Harapan kami ke depan, kami bisa kembali ke kampung dan distrik kami,” katanya.

Hingga kini, sebagian warga dilaporkan masih berada di hutan dan belum dapat dievakuasi ke wilayah yang lebih aman. Selain kebutuhan logistik, aspek keamanan dan kesiapan fasilitas di kampung asal menjadi faktor penting sebelum proses pemulangan dilakukan.

MRP Papua Barat berharap, melalui koordinasi lintas pihak, penanganan pengungsi Moskona dapat segera dilakukan secara menyeluruh, sehingga masyarakat dapat kembali hidup dengan aman dan layak.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Perkuat Budaya Literasi, Dinas Perpustakaan Kota Tual Gandeng RELIMA Gelar Kegiatan Read A Loud bagi Anak-anak

Menurutnya, momentum liburan sekolah dimanfaatkan dengan mengundang anak-anak dari...

Buka Diklat Pemadam I 2026, Wali Kota Ambon Tekankan Profesionalisme Petugas Damkar

Ambon, suaradamai.com  - Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara...

Sambut HUT ke-25, DPC Demokrat Ambon Gelar Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru di Pantai Rumah Tiga

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Dody Latuconsina yang...

DPRD Maluku Dukung Groundbreaking Blok Masela, Rovik: Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah

Rovik mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Maluku untuk...