“Katong mau bicara pembangunan infrastruktur, mau bicara apapun, tetapi kalau pembangunan sumber daya manusianya tidak seimbang, tidak bagus, tong tra bisa maju,” ujar Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney.
Bintuni, suaradamai.com – Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, mendorong setiap kampung di wilayahnya melahirkan minimal satu sarjana setiap tahun guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Pernyataan tersebut disampaikan Ogoney dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 Distrik Merdey, di Merdey, pada Senin (9/3/2026) lalu.
Menurut Ogoney, pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama, bahkan lebih penting dibanding pembangunan fisik. Ia menilai, kemajuan suatu wilayah tidak akan tercapai tanpa kualitas manusia yang memadai.
“Katong mau bicara pembangunan infrastruktur, mau bicara apapun, tetapi kalau pembangunan sumber daya manusianya tidak seimbang, tidak bagus, tong tra bisa maju,” ujar Ogoney.
Karena itu, ia menegaskan peran penting kepala kampung dalam mendorong pendidikan generasi muda di wilayah masing-masing.
“Setiap kepala kampung, dia bertanggungjawab untuk setiap tahun harus ada anak dari kampung itu yang wisuda. Itu tanggungjawab moril kita. Karena apa? Kitorang yang hari ini jadi kepala kampung, kepala distrik, polisi, dan lain-lain, kita tidak selalu ada. Kita akan pensiun. Siapa yang nanti ganti torang, kalau bukan dari anak-anak dari kampung itu?” ujarnya.
Selain itu, Ogoney juga mengingatkan agar kesempatan pendidikan diberikan secara setara, baik kepada laki-laki maupun perempuan.
“Yang sudah kawin, kasih tinggal anak, sekolah. Itu bukan aib. Sekolah. Anak-anak perempuan harus sekolah,” ujar Ogoney.
Ia menambahkan, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.
“Tanggungjawab daripada pendidikan itu ada pada keluarga, gereja, pemerintah, dan terutama kepala kampung. Karena kepala kampung yang tahu dia punya masyarakat,” pungkas Ogoney.
Distrik Merdey sendiri memiliki 24 kampung. Dengan target tersebut, setiap tahun diharapkan akan lahir sedikitnya 24 sarjana dari wilayah itu sebagai generasi penerus pembangunan.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni
