Pemkab Malra Sekolahkan 57 Guru Agama di STPAK Ambon dan IAKN Ambon

Sebelumnya, dalam tahun ini, Pemkab Malra telah menyekolahkan 256 guru di Unpatti, 84 tenaga kesehatan di Poltekes Kemenkes Ambon, dan 56 guru agama Islam di IAIN Ambon.


Langgur, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) kembali menyekolahkan 57 guru pendidikan agama Katolik dan Protestan di dua perguruan tinggi di Kota Ambon, Maluku.

Langkah tersebut merupakan komitmen Bupati M. Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin sejak menjabat pada 2018 lalu, untuk meningkatkan kualifikasi akademik tenaga guru.

Sebelumnya, dalam tahun ini juga, Pemkab Malra telah menyekolahkan 256 guru di Universitas Pattimura Ambon (Unpatti), 84 tenaga kesehatan di Poltekes Kemenkes Ambon, dan 56 guru agama Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

Kali ini, Pemkab Malra juga menyekolahkan 57 guru agama Kristen, terdiri atas 30 guru agama Katolik di Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohanes Penginjil Ambon dan 27 guru agama Protestan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon.

Dengan demikian, total ada 453 tenaga kesehatan dan tenaga guru yang disekolahkan oleh Pemkab Malra dalam tahun ini.

Bupati Malra M. Thaher Hanubun dalam sambutannya menekankan tidak ada pungutan terhadap para guru yang berkuliah lewat program ini.

“Yang dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan kuliah S1 … Jangan pikirkan harus bayar ini bayar itu. Semua ditanggung oleh pemerintah,” kata Bupati kepada para guru pada acara penandaanganan MoU antara Pemkab Malra dengan STPAK Ambon dan IAIN Ambon di Langgur, Rabu (25/10/2023).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Malra Umar Hanubun menambahkan, pembiayaan program penyetaraan S1 ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Peruntukan.

“Kita biayai guru-guru yang belum S1. Ada yang masih D1, D2, dan D3,” ungkap Umar.

Menurut Umar, anggaran yang dikeluarkan tahun ini untuk membiayai sekolah para guru dan tenaga kesehatan sebesar sekitar Rp5 miliar lebih.

“Nanti kalo tahun depan kita menyesuaikan lagi sesuai kebutuhan,” tambah Umar.

Pantauan Suaradamai.com, dalam acara tersebut, para guru secara spontan menyampaikan ungkapan syukur. Mereka berdiri dan ikut bernyanyi lagu Kei “vadad vil-vil” diiringi tim ukulele dari SMP Budhi Mulia Langgur.

Bupati kemudian mengajak para guru bernyanyi lagu “hidup ini adalah kesempatan”. Selanjutnya Bupati menyalami satu per satu guru yang hadir.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Bupati Kaidel Ajak Warga Aru Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Dasar Kebijakan Ekonomi Tepat Sasaran

‎Sensus ini mencakup pendataan seluruh pelaku usaha non-pertanian di...

‎Website Desa, Langkah Besar Kepulauan Aru Maju Mendunia dari Desa

Peluncuran website desa menandai titik awal perubahan besar bagi...

Mengapa Program 10 Juta Pohon Kelapa Layak Diperhitungkan untuk Masa Depan Aru?

‎Lewat program 10 juta pohon kelapa, Kepulauan Aru sedang...

Perdana, Distrik Merdey Tertibkan Pedagang yang Gunakan Rumah Dinas sebagai Tempat Usaha

Kesepakatan sewa lahan dan bangunan dicapai dalam rapat lintas...