Pemkot Tual Bantu Bangun 20 Rumah Warga Lupus di Tual dan Malra

Lewat APBD 2022, Pemerintah Kota Tual menganggarkan pembangunan 20 unit rumah warga Lupus, baik di Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara.


Tual, suaradamai.com – Penantian panjang akan perhatian pemerintah terhadap dampak konflik sosial yang menyebabkan sejumlah rumah warga rusak, di pemukiman Lupus, Ohoi Labetawi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, pada 2018 lalu, akhirnya terjawab.

Konflik sosial yang terjadi sekitar empat tahun lalu itu, juga mengakibatkan warga di pemukiman Lupus mengungsi.

Tahun ini, lewat APBD, Pemerintah Kota Tual menganggarkan pembangunan 20 unit rumah warga Lupus, baik di Kota Tual maupun yang sudah pindah ke Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.

“Lupus itu sudah lama kita perjuangkan (untuk pemukiman baru). (Prosesnya) lambat karena kita berupaya untuk pengadaan lahan. Ada dua titik yang kita jajaki. Kemudian berkonsultasi dengan BPK, itu oleh BPK memberikan aba-aba ‘tidak bisa’, karena tidak ada dalam ketentuan,” ungkap Wali Kota Tual Adam Rahayaan kepada Suaradamai.com di ruang kerjanya, Selasa (2/8/2022).

Wali Kota menegaskan, bantuan ini tidak hanya diberikan bagi warga Lupus yang sekarang bermukim di Ohoi Mangon dan sekitarnya, di Kota Tual. Tetapi, juga untuk warga yang sudah pindah ke Maluku Tenggara. Alasannya karena asal mula konflik terjadi di Lupus.

“Saya bertanggungjawab, karena pendapat saya, bahwa mereka asal mula korbannya itu di Lupus. Lupus kan ada di wilayah kota. Dulu kerusuhan begitu. Orang korban di Saumlaki, Tanimbar, pemerintah kasih bantuan mengikuti keberadaan korban,” jelas Wali Kota.

Sejumlah warga Lupus menghadiri pertemuan bersama Pemkot Tual terkait bantuan pembangunan perumahan. Pertemuan di Taman Kota Tual, Selasa (2/8/2022). Foto: Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan/Dewa Rahayaan
Sejumlah warga Lupus menghadiri pertemuan bersama Pemkot Tual terkait bantuan pembangunan perumahan. Pertemuan di Taman Kota Tual, Selasa (2/8/2022). Foto: Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan/Dewa Rahayaan

Wali Kota menambahkan, semua warga Lupus akan mendapat bantuan tersebut. Gelombang pertama adalah untuk membangun 20 unit rumah. Sementara masih ada 16 unit rumah lagi yang diagendakan untuk gelombang kedua.

Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan dengan total nilai Rp17 juta per unit rumah.

“Kita kasih sesuai dengan permintaan mereka (warga). Data nanti diambil, semen berapa sak, daun seng berapa lembar, tergantung yang punya. Apapun yang diminta, nilai uangnya tetap Rp17 juta,” jelas Wali Kota.

Untuk diketahui, sebagian besar warga, menurut Wali Kota, sudah pindah ke Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Hanya tersisa 10an KK di Kota Tual.

Tadi pagi, bertempat di Taman Kota Tual, Wali Kota telah bertemu dan berdiskusi dengan warga Lupus, membahas tentang bantuan tersebut.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU