Pendapatan Daerah Kota Tual Naik 3,11 Persen

Pendapatan Daerah yang semula diasumsikan sebesar Rp612.419.084.780, mengalami peningkatan sebesar Rp19.664.666.159 atau naik sebesar 3,11% menjadi Rp632.083.750.939.


Tual, suaradamai.com – Pendapatan Daerah pada APBD Perubahan 2022 Kota Tual, mengalami peningkatan sebesar 3,11 persen.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam Nota Pengantar Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2022 di Gedung DPRD Kota Tual, Senin (3/10/2022).

Wali Kota menjelaskan, Pendapatan Daerah Kota Tual semula dianggarkan sebesar Rp612.419.084.780, mengalami peningkatan sebesar Rp19.664.666.159 atau naik sebesar 3,11% menjadi Rp632.083.750.939. Pendapatan Daerah tersebut berasal dari:

“Peningkatan PAD berasal dari, Pajak Restoran sebesar Rp310.000.000, Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp148.000.000, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebesar Rp360.000.000, Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan sebesar Rp475.016.000. Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah sebesar Rp2.317.587.500, dan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain sebesar Rp3.176.094.000,” terang Wali Kota.

  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD pada APBD-P 2022 sebesar Rp33.798.555.300, mengalami peningkatan sebesar Rp5.897.697.500 dari asumsi sebelumnya sebesar Rp27.900.857.800 atau naik sebesar 17,45%. Rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai berikut:
    • Pajak Daerah terjadi perubahan dari target Pajak Daerah semula sebesar Rp6.364.200.000 menjadi sebesar Rp7.610.216.000 atau bertambah sebesar Rp1.246.016.000 atau naik 16,37%
    • Sedangkan Retribusi Daerah terjadi perubahan dari target Retribusi Daerah sebelumnya sebesar Rp9.070.205.000 menjadi sebesar Rp10.545.792.500 atau bertambah sebesar Rp1.475.587.500 atau naik 13,99%.
    • Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Tidak mengalami penyesuaian dengan pagu anggaran sebesar Rp2.089.915.000.
    • Lain-Lain PAD Yang Sah terjadi perubahan dari target semula sebesar Rp10.376.537.800 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp13.552.631.800 atau bertambah sebesar Rp3.176.094.000 atau Naik 23,44%.
  • Pendapatan Transfer pada APBD-P Tahun 2022 sebesar Rp567.318.930.639 mengalami peningkatan sebesar Rp13.766.968.659 dari asumsi sebelumnya sebesar Rp553.551.961.980 atau naik sebesar 2,43%. Rincian atas Pendapatan Transfer setelah Perubahan APBD 2022 sebagai berikut.
    • Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat, terjadi peningkatan sebesar Rp11.928.317.025 menjadi sebesar Rp550.966.634.025 atau naik 2,16% dari target semula sebesar Rp539.038.317.000.
    • Peningkatan Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat berasal dari Penambahan (1) Dana Insentif Daerah sebesar Rp10.617.510.000, (2) Dana Bagi Hasil bertambah sebesar Rp1.310.807.025.
    • Untuk Pendapatan Transfer Antar Daerah Peningkatan Pendapatan Transfer Antar Daerah sebesar Rp1.838.651.634 menjadi sebesar Rp16.352.296.614 atau naik 11,24% dari target semula sebesar Rp14.513.644.980.
    • Peningkatan Transfer Antar Daerah berasal dari Peningkatan Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar Rp1.838.651.634.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU