Bupati Kaidel berharap mahasiswa Katolik dapat menggerakkan dan mendistribusikan sumber daya kader secara efektif, dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan.
Dobo, suaradamai.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Dobo Santo Albertus Magnum, bertekad menyiapkan pengurus dan anggotanya agar kelak tampil sebagai kader-kader bangsa yang pancasilais, dan menjiwai semangat dan nilai kekatolikan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium PMKRI Dobo, Jeremias Pardjala, di sela-sela kegiatan Pekan Orientasi Fungsionaris dan Rapat Kerja PMKRI di Dobo, Sabtu (22/3/2025).
Pardjala yakin dapat mewujudkan maksud tersebut. Sebab, kini mereka tengah berkonsentrasi untuk membekali anggota dengan berbagai keterampilan manajemen.
Dari situ kemudian diharapkan dapat menyusun program-program yang signifikan terhadap visi misi PMKRI.
“[Kegiatan kami hari ini] Bukan hanya pelantikan dan pekan orientasi fungsionaris, tetapi kami juga juga ada dalam proses rapat kerja. Rapat kerja ini merumuskan arah kebijakan dan program kerja,” jelas Pardjala.
Ia menambahkan, program kerja tersebut tentunya dilandasi pada visi PMKRI yakni terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati.
“Kehadiran kami tentunya, ‘ketika masih ada suara tangis di gubuk-gubuk derita’, maka di situ PMKRI Cabang Dobo pasti ada,” ujar Pardjala.
Pardjala menambahkan, PMKRI Dobo mendukung program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam pemerintahan Bupati Timotius Kaidel dan Wakil Bupati Mohamad Djumpa.
Ia berharap, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Kaidel-Dumpa, dalam mengambil kebijakan, tetap mengedepankan cara-cara yang elegan, tidak anti kritik, dan transparan.
Kader Berlandaskan Tiga Benang Merah
Sementara itu, Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel berharap, PMKRI Dobo mampu mencetak kader yang berlandaskan tiga benang merah PMKRI, yaitu Intelektualitas, Kristianitas, dan Fraternitas.
Bupati juga berharap mahasiswa Katolik dapat menggerakkan dan mendistribusikan sumber daya kader secara efektif, dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan, baik dalam aspek intelektual, kultural, sosial kemasyarakatan, politik, maupun ideologi.
Dengan demikian, mahasiswa Katolik diharapkan mampu merebut dan menempati posisi strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Gerakan PMKRI mengikuti semangat misioner, mengikuti cara hidup para rasul yang berani menjadi profesional di bidangnya masing-masing. Panggilan hidup PMKRI mengikuti teladan Yesus dalam melihat kondisi nyata masyarakat yang miskin dan tersingkir, serta bagaimana dapat menjawab permasalahan masyarakat secara nyata agar mereka dapat hidup lebih baik dan sejahtera,” ujar Bupati Kaidel.
Editor: Labes Remetwa





