Polikant Gelar Simulasi Pengenalan Alat Selam bagi Mahasiswa

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

“Jadi kedepan Kepulauan Kei tidak susah mengurus pariwisata bawah air lagi,” pungkas Ketua PDC.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual menggelar simulasi pengenalan alat renang selam kepada 30 mahasiswa Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) semester III, di Pelataran Laboratorium Akustik Navigasi, Kamis (11/2/2021).

Mata kuliah renang selam adalah mata kuliah yang wajib ditawar oleh seluruh mahasiswa di 10 program studi di Polikant. Mata kuliah ini lebih mengajarkan ke life skill, yakni kemampuan bertahan hidup di bawah air.

“Inovasinya adalah mereka bisa scuba untuk skill profesi. Menyelam sekarang ini menjadi peselam profesi. Jadi membekali mereka (dengan mata kuliah renang selam) agar ketika lulus nanti kecakapan tersebut bisa menjadi profesi,” jelas Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan kepada wartawan suaradamai.com di ruang kerjanya.

Pada tahap awal mata kuliah ini, mahasiswa belajar mengenal alat selam demi keselamatan di bawah laut. Machmud Achmad Badmas yang ditunjuk sebagai pemateri mulai memaparkan nama alat serta kegunaannya.

Alat-alat tersebut yakni masker atau alat pelindung mata, regulator atau alat untuk mengalirkan udara ke mulut, drysuit atau pakaian renang, Bouyancy Compensation Device (BCD) atau jaket pelindung yang dapat dialiri udara, weight belt atau pemberat dari timah, fins atau sepatu kaki katak, gauges atau alat penunjuk udara di dalam tabung oksigen, dive computer atau alat penunjuk tekanan udara, kedalaman air dan suhu udara, torch atau senter, dan tank atau tabung udara.

“Di sini kita berharap para mahasiswa dapat mengerti apa yang kami ajarkan, karena sedikit saja kesalahan akan berakibat fatal bagi kita saat beraktifitas di bawah laut,” papar Muces sapaan akrabnya.

Semenjak ditetapkan sebagai mata kuliah wajib persyaratan kelulusan di tahun 2020, 10 Prodi sudah mengadopsi mata kuliah ini masuk ke kurikulum, namum baru tujuh Prodi yang melaksanakan praktikum.

Ada prodi yang memasukan mata kuliah renang selam ke semester ganjil dan ada yang semester genap. Di semester ini, ada empat Prodi, dan di semester genap nanti ada enam Prodi.

“Saya berharap dengan adanya Politeknik Perikanan Tual dan mata kuliah ini, mahasiswa yang tidak tahu berenang, bisa berenang. Kemudian mereka belajar renang dan selam dengan baik. Ketika lulus, mestinya secara profesional mereka bisa menjadi Peselam Profesi, bekerja di bawah air. Kemudian bisa menghasilkan uang bagi diri sendiri. Jadi kedepan Kepulauan Kei tidak susah mengurus pariwisata bawah air lagi,” pungkas Jusron, yang juga adalah Ketua Polikant Diving Club (PDC).

Editor: Labes Remetwa


Pada tahap awal mata kuliah ini, mahasiswa belajar mengenal alat selam demi keselamatan di bawah laut.


Baca juga:

Tonton video “Polikant Gelar Simulasi Pengenalan Alat Selam bagi Mahasiswa”

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU