Bukan hanya pelatihan, dalam kesempatan tersebut, Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan juga memberikan bantuan alat pres enbal ke desa untuk digunakan oleh UMKM setempat.
Tual, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) mehilirkan hasil riset ke masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM di Desa Labetawi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual pada Sabtu (13/9/2025) di Balai Desa Labetawi.
“Kami hilirikan hasil riset kepada masyarakat dan sesuai dengan Renstra Polikant yang mana hasil-hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Ketua Tim, Ismael Marasabessy saat diwawancarai suaradamai.com di lokasi.
Dijelaskan Ismael, hasil riset Polikant adalah mengembangkan pangan lokal Enbal sebagai pangan lokal unggulan Kota Tual yang sinergis dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tual yakni penguatan UMKM.
Berdasarkan hasil riset itu, Polikant kemudian memberikan pelatihan kepada 30 UMKM di Labetawi tentang mengolah pangan lokal enbal menjadi prodak camilan ‘E-KALORI’ (enbal, ikan, kelor, kenari).
Ismael mengatakan, jika dilihat dari namanya, E-KALORI merupakan bagian dari camilan fungsional.
“Karena ada ikan, sumber protein, ada kelor sumber mineral, sumber antioksidan, dan ada kenari sebagai sumber asam lemak omega 3. Itu semua dikemas dalam satu camilan namanya Ekalori,” terang Ismael.
Sehingga para pelaku UMKM yang bergerak di pengolahan enbal dilatih mulai dari membuat produk, pengemasan, hingga pembukuan sederhana.
“Dan alhamdulillah mereka sudah paham dan kami tindak lanjut dengan proses praktek, dan saya melihat praktek lebih cepat, karena mungkin ibu-ibu sudah biasa,” ungkap Ismael.
Ia mengatakan, Polikant sangat berterima kasih kepada masyarakat, terkhususnya pemerintah Desa Labetawi yang telah menyambut dan mensupport pelatihan ini.
“Besar harapan kami, produk ini bisa digandeng oleh pihak dinas terkait, supaya jangan dia mati di sini tapi dia ditindaklanjuti, proses produksinya, pasarnya, sehingga ujung-ujunganya ada peningkatan pendapatan bagi masyarakat,” ucap Ismael.
Lanjutnya, Polikant siap membuka diri dan berkolaborasi dengan masyarakat.
Di kesempatan tersebut, Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan juga memberikan bantuan alat pres enbal ke desa untuk digunakan oleh UMKM setempat.
Para pelaku UMKM menerima materi bagaimana membuat camilan E-KALORI dari Ketua Tim, Ismael Marasabessy. Selain itu, Nini Renuf, dosen dari Prodi Manajemen Rekayasa Hasil Pengolahan Perikanan (MRPHP) membawa materi tentang cara mengemas produk dengan baik. Tati Nganun dengan materi bagaimana membuat buku kas yang sederhana.
“Kolaborasi ketiga narasumber dan dinas ketahanan pangan, kami berharap bisa diterima masyarakat, dan bisa ditindaklanjuti,” ucap Ismail.
Labetawi, kata Ismael, dipilih Polikant sebagai desa perdana pembuatan E-KALORI setelah berkordinasi dengan Pemkot Tual dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan. Sebab Labetawi memiliki hasil enbal yang memadai.
Pembuatan camilan E-KALORI di Labetawi merupakan pilot project yang kemudian akan dilanjutkan di Desa Debut, Maluku Tenggara.
“Ini harus dikawal bersama oleh OPD terkait untuk kelanjutannya,” imbuh Ismael.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM yang menerima pelatihan tersebut mengaku sangat bersyukur dan merasakan manfaat.
“Ini kegiatan yang sungguh sangat bermanfaat buat kami pelaku usaha UMKM di desa Labetawi, karena selama ini sudah berjalan sampai dua tahun untuk pelatihan mungkin ini kali pertama dari Poiteknik,” ucap salah satu ibu perwakilan dari UMKM Rahan Tahed.
Apalagi, Polikant sendiri memberikan input baru untuk pengolahan enbal menjadi camilan yang bervariasi.
“Dan saya sebagai pengelola Rahan Tahed sangat berantusias dan sangat banyak-banyak mengucapkan terima kasih kepada para dosen, para teknisi, dari Poltek Perikanan yang sudah mau berbagi ilmu, sudah mau membimbing kami untuk bisa mengenal variasi dari enbal. Karena selama ini kan yang kita tahu tentang enbal hanya enbal gepe, enbal bunga, tapi dengan adanya pelatihan seperti ini kamu punya wawasan lebih berkembang, lebih maju, untuk bagaimana ke depannya bisa bervariasi dengan enbal tersebut,” pungkasnya.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual.
