Rahasia Sukses Olahan Ikan Laut Kei: Kualitas Ungguli Produk Komersial, DWP & Prodi THP Siap Layani Pesanan

Langgur, suaradamai.com — Ikan bubara segar dari perairan Kepulauan Kei ternyata menyimpan keunggulan sebagai bahan baku produk pangan olahan. Di tangan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), ikan laut tersebut berhasil diolah menjadi nugget, otak-otak, dan keong mas dengan cita rasa yang dinilai lebih unggul dibandingkan produk olahan ikan yang biasa ditemukan di pasaran.

Keunggulan tersebut terungkap dalam pelatihan diversifikasi hasil perikanan yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polikant bekerja sama dengan Prodi THP di Pokarina, Kota Tual, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.

Ketua Prodi THP Polikant sekaligus Sekretaris DWP, Indah Rosulva, mengungkapkan bahwa rahasia kelezatan ketiga produk itu terletak pada penggunaan ikan bubara laut yang masih segar.

Berbeda dengan sejumlah produk komersial berbahan ikan air tawar, penggunaan ikan laut menghasilkan cita rasa khas yang sangat disukai peserta pelatihan.

“Ketika menggunakan ikan laut, yaitu ikan bubara yang segar, rasanya ternyata lebih enak. Ibu-ibu sangat menyukai produk yang dihasilkan,” ungkap Indah.

Menariknya, keunggulan tersebut tidak hanya berdasarkan kesan saat mencicipi. Produk olahan mahasiswa juga diuji melalui uji organoleptik, dengan melibatkan anggota DWP sebagai panelis yang memberikan penilaian melalui kuesioner.

Hasilnya menunjukkan tingkat penerimaan produk olahan ikan bubara setara dengan produk komersial yang dijadikan pembanding.

“Nilai produk yang kita olah hari itu sama tingginya dengan produk komersial,” jelas Indah.

Mahasiswa Bersertifikat, Produk Siap Dipesan

Keberhasilan pengolahan tersebut tidak lepas dari keterampilan mahasiswa THP yang bertindak sebagai pelatih.

Mereka telah menjalani magang selama empat bulan di perusahaan pengolahan ikan di Bogor serta memperoleh sertifikasi kompetensi bidang diversifikasi pengolahan hasil perikanan.

Dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 80 peserta, terdiri atas 60 anggota DWP serta 20 mahasiswa dan dosen, para mahasiswa memperagakan langsung teknik pembuatan nugget, otak-otak, dan keong mas berbahan ikan bubara.

Indah menjelaskan, pelatihan tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anggota DWP untuk mengembangkan usaha olahan ikan, termasuk melalui pengelolaan kantin kampus dan pemasaran kepada masyarakat umum.

Bahkan, Prodi THP bersama anggota DWP kini terbuka menerima pesanan produk olahan ikan laut.

“Kalau ada yang pesan, mahasiswa kami, alumni, dan teknisi siap mengolahnya di laboratorium pengolahan hasil perikanan. Ibu-ibu Dharma Wanita juga sudah dilatih dan beberapa sudah bisa membuat sendiri,” tegasnya.

Masyarakat yang berminat dapat menyampaikan pesanan melalui Prodi THP Polikant maupun anggota DWP yang telah mengikuti pelatihan.

Berpeluang Masuk Pasar Makan Bergizi Gratis

Potensi produk olahan ikan laut Kei juga mulai dilirik sebagai alternatif pasokan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Indah, laboratorium pengolahan hasil perikanan milik Prodi THP berpotensi mendukung produksi dalam jumlah lebih besar apabila nantinya terjalin kerja sama dengan pengelola MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, ia menegaskan bahwa peluang tersebut masih sebatas wacana dan belum menjadi kerja sama resmi.

Bagi Indah, pengembangan produk olahan ikan lokal bukan hanya soal menghadirkan makanan yang lezat, tetapi juga membuka kesempatan usaha bagi perempuan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan Kepulauan Kei.

Selama ini, sebagian produk olahan ikan yang beredar di pasar Tual dan Maluku Tenggara masih didatangkan dari luar daerah. Padahal, ketersediaan ikan laut segar dan kemampuan pengolahan yang dimiliki Polikant menunjukkan bahwa produk serupa dapat dihasilkan secara lokal.

Melalui kolaborasi DWP dan Prodi THP, ikan bubara Kei kini tidak sekadar menjadi komoditas laut, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi produk pangan unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

PENULIS/PEWARTA: ROBERTUS REMETWA


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pasokan Bahan Baku Jadi Kunci, Pakar Pertanian Minta Maluku Bangun Kawasan Budidaya Sagu

AMBON, suaradamai.com — Rencana menghidupkan kembali kejayaan sagu sebagai...

Hilirisasi Sagu Maluku: Mengejar Peluang Ekspor Tanpa Mengorbankan Kelestarian Ekosistem

AMBON, suaradamai.com — Sagu yang selama ini dikenal sebagai...

Gubernur Hendrik Lewerissa Dorong Hilirisasi Sagu Maluku Masuk PSN 2027

Jakarta, suaradamai.com - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong pengembangan...

PA’KOP BACARITA: Inovasi Digital Pemkot Ambon untuk Perkuat Pembinaan Koperasi Berbasis Risiko

AMBON, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat...