Tenaga Honor dirumahkan, OPD Tual Mengalami Kendala SDM

“Hal ini menjadi masalah di sebagian OPD salah satunya adalah badan pendapatan daerah Kota Tual,” tegas Bugis.


Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual merekrut Tenaga Honorer Daerah untuk membantu Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah pada Lingkungan Pemerintah Kota Tual, namun kemampuan keuangan daerah terbatas,  sehingga seluruh tenaga honorer daerah di rumahkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tual,  Rudi Bugis, Rabu (9/6/2021)  mengatakan, dari sisi kuantitas dan kualitas di Bapenda Kota Tual, saat ini masih mengalami kekuranagan Sumber Daya manusia (SDM) terutama pada tenaga administrasi di lapangan.

“Hal ini menjadi masalah di sebagian OPD salah satunya adalah badan pendapatan daerah Kota Tual,” tegas Bugis.

Menurutnya, Bapenda Kota Tual  memiliki 75 tenaga honorer daerah yang ditugaskan sebagai pegawai pungut,  namun keterbatasan ini mengakibatkan proses penarikan pajak tidak optimal,  padahal ruang lingkup penagihan pajak dan retribusi di Kota Tual sangat luas.

“Bapenda sebelumnya mempunyai pegawai tenaga honorer sebanyak 75, bapenda sendiri kurang lebih delapan jenis pajak yang harus dilakukaan penagihan atau pungut, namun kurangnya tenaga, maka kami melakukan pungutan sesuai kemampuan kami, yang penting sesuai dengan aturan. Jika dilihat wilayah Kota Tual ini lumayan besar sehingga petugas juga bekerja secara bertahap tapi pasti,” ungkap Bugis.

Masalah kekurangan pegawai honorer, juga terjadi pada OPD Pengelola Pajak dan Retribusi lainya, seperti perhububungan yakni pegawai kir. Oleh sebab itu Peraturan Daerah  (Perda) tentang kir ini belum diterapkan oleh Pemerintah Daerah melalui OPD terkait,  karena tidak ada tenaga teknis.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU