Uningrat Kirim 200 Mahasiswa ke Enam Kecamatan di Tual-Malra dalam program KKN

Uningrat telah melakukan pembekalan mahasiswa KKN pada Kamis (15/1/2025) lalu. Hari ini, Sabtu (17/1/2025), mereka telah melepas mahasiswa ke lokasi KKN.


Tual, suaradamai.comUniversitas Doktor Husni Ingratubun (Uningrat) Tual mengirim sebanyak 200 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di enam kecamatan, yang tersebar di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Ratusan mahasiswa itu berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Sains dan Teknologi.

Mereka bakal ditempatkan di tiga kecamatan di Kota Tual yakni Pulau Dullah Selatan, Pulau Dullah Utara, dan Tayando-Tam, serta tiga kecamatan di Malra yaitu Kei Kecil Timur, Kei Kecil Timur Selatan, dan Manyeuw.

“Tentu kita sudah melalui koordinasi dengan para camat pada wilayah-wilayah tersebut. Dan kemudian sudah koordinasi juga sehingga desa sudah melakukan kesiapan untuk menerima mahasiswa hari Sabtu (17/1/2025),” jelas Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uningrat Tual, Nur Samsi Oat.

Sebelum melaksanakan pelepasan, pihak kampus lebih dulu melakukan pembekalan kepada mahasiswa pada Kamis (15/1/2025) lalu.

“Mahasiswa peserta KKN akan dibekali dengan materi-materi selama pelaksanaan KKN di lapangan. Tentu materi-materi ini berkaitan dengan pelaksanaan program, etika bermasyarakat,” tambah Oat.

Dengan kolaborasi mahasiswa dari lintas disiplin ilmu, Oat harap, mereka bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di desa selama satu bulan program berjalan di sana.

“Di desa tempat lokasi KKN, bisa bersama-sama membangun program-program yang memang berdasarkan situasi dan potensi desa,” jelas Oat.

Kaitan dengan itu, pihak kampus, menurut Oat, telah membekali mahasiswa terkait rancangan dan strategi pemberdayaan masyarakat.

Program KKN ini, kata Oat, menyesuaikan dengan visi Uningrat. Adapun visi Uningrat berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat kepaulauan dan pesisir. Sehingga dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa dituntut agar merealisasikan visi tersebut.

“Ada program pemberdayaan yang kita siapkan. Tetapi ketika ke desa, mahasiswa juga menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di desa. Mahasiswa akan melihat potensi desa seperti apa, kemudian mendesain program pemberdayaan,” ujar Oat.

Karena itu, ia harap, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat selama tujuh semester belajar di satu-satunya universitas di Kepulauan Kei, Maluku, itu.

Sebagai informasi, KKN merupakan agenda wajib pada suatu perguruan tinggi. Ini merupakan bagian dari implemetasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat).

“Ini adalah KKN tematik, adalah bagaimana mahasiswa bisa belajar di masyarakat, membangun hubungan, softskill, kemitraan, bisa berkolaborasi dengan masyarakat, bisa hadir sebagai solutif, kemudian bisa adaptif dengan kondisi masyarakat di desa. Itu yang kita harapkan,” ujar Oat.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Forapelo Apresiasi Kepala Bappelitbangda, Pastikan Bakal Kawal Dana Otsus di OPD

Siprianus memastikan, Forapelo bakal membantu pemerintah daerah untuk memastikan...

Inflasi Melejit, TPID Kota Tual Siapkan Langkah Kongkret Turunkan Harga Komoditas

Guna menurunkan angka inflasi 7,9, Tim Pengendali Inflasi Daerah...

Lewerissa Tegaskan Konsolidasi Dini dan Dukungan Penuh Jalannya Pemerintahan

Ambon, suaradamai.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra...

Aksi Nyata Pemkab Aru Tangani Sampah Secara Serius dan Terintegrasi, Apalagi Disorot Presiden

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto baru saja memberikan atensi khusus...