Amir Rumra: Mahasiswa Jangan Hanya Jadi Pengguna Teknologi, Harus Mampu Ciptakan Solusi

Mahasiswa didorong menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar, melakukan penelitian, mengembangkan kreativitas, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Tual, suaradamai.com – Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, mengingatkan mahasiswa baru Universitas Dr. Husni Ingratubun Tual agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan integritas dan karakter.

Pesan tersebut disampaikan Amir saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Dr. Husni Ingratubun Tual Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, tema PKKMB tahun ini yang mengusung semangat membentuk generasi unggul, adaptif, inovatif, dan berintegritas di era kecerdasan artifisial (AI) sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Amir mengatakan, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat dan telah memengaruhi hampir seluruh bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, komunikasi, penelitian, hingga dunia usaha.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi.

“Jangan menjadi generasi yang hanya mampu menggunakan teknologi. Jadilah generasi yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” pesannya.

Ia menegaskan, teknologi dan kecerdasan artifisial harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir.

Mahasiswa didorong menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar, melakukan penelitian, mengembangkan kreativitas, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Namun, penggunaan teknologi harus tetap dibarengi etika dan tanggung jawab.

“Teknologi dapat membantu menemukan jawaban, tetapi integritas menentukan bagaimana jawaban itu digunakan,” katanya.

Integritas Jadi Modal Utama

Amir juga menekankan pentingnya integritas bagi mahasiswa sebagai generasi yang kelak akan mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.

Menurutnya, kecerdasan dan kemampuan menguasai teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa harus memiliki kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, serta karakter yang kuat.

“Saudara boleh memiliki kecerdasan tinggi, saudara boleh menguasai teknologi, saudara boleh memiliki prestasi akademik yang luar biasa, tetapi semua itu harus dibangun di atas kejujuran dan tanggung jawab,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menggunakan teknologi untuk melakukan kecurangan akademik, plagiarisme maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Amir berharap mahasiswa mampu menjadi generasi yang cerdas sekaligus jujur, kritis tetapi tetap santun, serta berani mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

“Sebab pada akhirnya masyarakat tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi masyarakat membutuhkan orang pintar yang dapat dipercaya dan mempunyai integritas,” katanya.

Kampus Harus Hadir Menjawab Persoalan Kepulauan

Selain berbicara mengenai teknologi dan integritas, Amir mendorong Universitas Dr. Husni Ingratubun Tual untuk terus memperkuat perannya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat di wilayah kepulauan.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori pembangunan di ruang kelas. Ilmu yang diperoleh harus mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi, seperti peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, pengembangan potensi perikanan, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan lingkungan laut, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

“Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang harus menjadi ruang bagi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang berdampak,” tuturnya.

Amir ingin perguruan tinggi di Kota Tual tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menghasilkan solusi bagi masyarakat.

“Saya ingin melihat kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghasilkan solusi,” tegasnya.

Mahasiswa Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan

Amir juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa pendidikan tinggi merupakan awal dari proses panjang untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

Ia meminta mahasiswa tidak hanya memikirkan apa yang akan diperoleh dari kampus, tetapi juga memikirkan kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat melalui ilmu yang dimiliki.

“Jangan hanya bertanya, apa yang bisa saya dapatkan dari kampus. Tetapi mulailah bertanya, apa yang telah saya berikan kepada masyarakat melalui ilmu yang saya miliki,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun ke depan mahasiswa yang saat ini duduk di bangku kuliah akan kembali ke tengah masyarakat dengan berbagai profesi. Sebagian dapat menjadi guru, tenaga profesional, pengusaha, akademisi, anggota legislatif maupun pemimpin masyarakat.

Karena itu, proses pendidikan harus dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Belajar hari ini untuk memimpin hari esok,” pesannya.

Amir juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut gagal. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.

Ia meminta mahasiswa mencintai proses belajar, membaca buku, melakukan penelitian, membangun diskusi, mengikuti perkembangan teknologi, mengembangkan keterampilan, serta berani mencoba hal-hal baru.

“Jangan lihat orang-orang yang sudah berada di posisi tertentu, tetapi lihat proses yang mengantarkan mereka sampai ke posisi itu,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Amir berharap PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk membangun semangat belajar, memperkuat karakter, meningkatkan kapasitas, serta mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah kepulauan.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Gubernur Maluku Tegaskan Batas Teluk Elpaputih Bukan Keputusan Pemprov: Sudah Diputuskan Kemendagri

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta masyarakat tidak keliru memahami...

290 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ambon Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Pelayanan Tak Maksimal

Penataan birokrasi Pemkot Ambon memasuki tahap baru. Setelah 290...

Nama Bodewin Wattimena Dicantumkan dalam Flyer BTN Poka, Wali Kota: “Salah Alamat”

Flyer tersebut memuat sejumlah narasi dan pertanyaan terkait persoalan...

‎258 PPKS di Aru Terima Bantuan ATENSI Sentra Wasana Bahagia Ternate, Wabup Harap Dikelola Baik

‎‎Wakil Bupati meminta masyarakat untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan...