Wali Kota Tual: HUT ke-19 Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Lanjutkan Semangat Pemekaran

Renuat mengatakan, lahirnya Kota Tual merupakan hasil perjuangan panjang seluruh komponen masyarakat yang menginginkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih dekat, efektif, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Tual bukan sekadar seremoni tahunan atau penanda bertambahnya usia daerah, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah, mengevaluasi capaian pembangunan, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Tual yang lebih maju dan sejahtera.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota saat menyampaikan sambutan pada upacara peringatan HUT ke-19 Kota Tual yang berlangsung di Lapangan Lodar El, Kota Tual, Jumat (17/7/2026).

Dalam sambutannya, Renuat mengatakan, lahirnya Kota Tual merupakan hasil perjuangan panjang seluruh komponen masyarakat yang menginginkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih dekat, efektif, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

“Kota Tual tidak lahir begitu saja. Daerah ini merupakan buah dari semangat perjuangan dan ikhtiar panjang seluruh elemen masyarakat yang menginginkan pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujar Renuat.

Ia menjelaskan, Kota Tual resmi berdiri sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Tual di Provinsi Maluku. Menurutnya, momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi daerah untuk mengelola pembangunan sesuai potensi, karakteristik, dan kearifan lokal yang dimiliki.

Wali Kota juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh tokoh pemekaran, pimpinan daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, akademisi, serta seluruh masyarakat yang telah memperjuangkan lahirnya Kota Tual.

“Atas nama Pemerintah Kota Tual, saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pejuang pemekaran yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kota Tual. Jasa dan pengabdian mereka akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah daerah ini,” katanya.

Memasuki usia ke-19 tahun, lanjut Renuat, Pemerintah Kota Tual mengusung tema “Tual Bersinergi” sebagai semangat bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Menurutnya, sinergi bukan hanya dimaknai sebagai bekerja bersama, tetapi juga menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh unsur pemerintah, DPRD, pelaku usaha, perguruan tinggi, lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, hingga seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, menjaga kelestarian lingkungan, serta melestarikan budaya dan adat istiadat masyarakat Kei.

“Melalui semangat kebersamaan, kita akan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan mewujudkan Kota Tual yang maju, sejahtera, serta berdaya saing,” tutupnya.

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Menelusuri Jejak Sejarah Kota Tual, Dari Pusat Administrasi Hindia Belanda hingga jadi Daerah Otonom di Maluku

Memasuki era reformasi, aspirasi masyarakat untuk menghadirkan pemerintahan yang...

Lawan “Tragedi Nol Buku”, 30 Siswa Ambon Lolos ke Final Lomba Bertutur 2026

Lomba tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Ambon, Elly...

Kesempatan Terakhir Tahun Ini Jadi Bakal Sarjana Unggul Siap Kerja, Polikant Segera Tutup PMB

Tinggal menghitung hari! Pendaftaran Mahasiswa Baru Politeknik Perikanan Negeri...

‎Warga Algadang Keluhkan Pemotongan Bantuan Beras-Minyak, Kebijakan Kades Jadi Sorotan

‎"Boleh tanya semua warga desa Algadang yang menerima bantuan,...