‎Warga Algadang Keluhkan Pemotongan Bantuan Beras-Minyak, Kebijakan Kades Jadi Sorotan

‎”Boleh tanya semua warga desa Algadang yang menerima bantuan, saya tidak pernah potong dong punya bantuan. Mau beras maupun minyak,” ucapnya lewat pesan WhatsApp, Senin (20/7).


‎Dobo, suaradamai.com – Sejumlah warga Desa Algadang, Kecamatan Aru Tengah, keluhkan sikap kepala desa (Kades) diduga memotong jatah bantuan beras dan minyak goreng yang disalurkan pemerintah ke desa-desa, termasuk Algadang.

‎”Katong (kita) harusnya dapat jatah beras 4 karung dan minyak goreng 4 plastik, tapi kenyataannya katong hanya dapat 3  karung deng (dan) 2 plastik minyak,” ungkap salah satu warga kepada Suaradamai.com baru-baru ini di Algadang.

‎Hal tersebut juga ditanyakan warga lainnya “Lalu yang sisanya itu ke mana?” Sebab katanya, bantuan tersebut dipotong dengan alasan yang tak jelas.

‎Tak sampai di situ, ada warga juga yang menyampaikan keluhan senada lewat telepon seluler.

‎Ia ikut menyayangkan pemotongan bantuan tersebut, lalu menyinggung soal ketidakjelasan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan lewat desa.

‎”BLT kami saja dipotong,” ucapnya.

‎Tak hanya penyaluran bantuan sembako, BLT yang dikeluhkan warga, mereka juga persoalkan ketidakjelasan sarana operasional desa, hingga anggaran BUMDes yang tak jelas. Apalagi ketidakhadiran Kades di desa, sebab lebih memilih menghabiskan waktu di Dobo.

‎”Di Desa Algadang itu ternyata banyak korupsi dana desa, terkait kades, tidak ada keterbukaan kepada masyarakat, bahkan sering ia menjadikan masyarakat sebagai alat kepentingan bagi diri sendiri,” ucap salah satu warga kepada Suaradamai.com di Dobo, Minggu (19/7/2026) malam.

‎”Kami masyarakat sangat resah karena sering dibohongi,” tambahnya.

‎Warga pun meminta pihak-pihak berkepentingan untuk segera memanggil dan memeriksa pimpinan mereka itu.

‎”Ini sudah ketiga kali laporan. Kami sudah tidak menahan lagi,” ucapnya menegaskan laporan yang belum ada kabarnya dari pihak-pihak terkait.

‎Salah satu perangkat desa kepada redaksi, juga menyampaikan keluhan senada seperti disampaikan beberapa warga.

‎Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas kepada Kades, karena perliaku yang disebut merugikan masyarakat.

‎”Bisa dengan secepatnya untuk bisa melihat apa yang disampaikan oleh mayarakat. Masyarakat saat ini tidak punya pemimpin, pemimpin hobinya cuman ke laut, sehingga harapan saya, kalau bisa secepatnya pemerintah daerah bisa melihat ini. Pa camat aru tengah bisa melihat hal ini. Secara pribadi berulang-ulang sudah saya sampaikan, tapi pak camat juga belum bisa ambil tindakan yang serius,” cetusnya, sembari meminta tidak mencantumkan nama dalam pemberitaan.

‎Sementara itu, Kades Algadang, Mansur Lefuy, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ia tak pernah memotong bantuan tersebut.

‎”Boleh tanya semua warga desa Algadang yang menerima bantuan, saya tidak pernah potong dong punya bantuan. Mau beras maupun minyak,” ucapnya lewat pesan WhatsApp, Senin (20/7).

‎Ditanya soal jumlah bantuan yang harus diterima warga dan apakah ada kendala saat pendistribusian, Lefuy belum memberikan informasi lanjutan.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Bantuan Pendidikan Otsus Teluk Bintuni, Mahasiswa: Terima Kasih Bupati

Tahap I bantuan pendidikan 2026 telah diterima mahasiswa pada...

Forapelo Apresiasi Pembangunan 16 Kios Permanen bagi OAP di Teluk Bintuni

Forapelo meminta pemerintah melengkapinya dengan modal usaha, pelatihan, serta...

Orosomna Minta Program Kios OAP di Bintuni Diperluas ke Pesisir dan Pedalaman

Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Agustinus Orosomna,...

UNIMUTU Sambut 437 Mahasiswa Baru Lewat Mastama 2026

Mastama berlangsung empat hari dengan materi pengenalan lingkungan kampus,...