Wali Kota Tual Paparkan Sejumlah Capaian Pembangunan pada HUT ke-19 Kota Tual

Renuat menegaskan, seluruh capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Tual untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


Tual, suaradamai.com  – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Pemerintah Kota Tual dalam berbagai sektor pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Tual yang berlangsung di Lapangan Lodar El, Jumat (17/7/2026).

Dalam sambutannya, Renuat mengatakan, berbagai keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja sama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Di bidang pengentasan kemiskinan, kata dia, angka kemiskinan di Kota Tual terus menunjukkan tren penurunan. Hingga tahun 2024, angka kemiskinan tercatat sebesar 19,31 persen dan pada tahun 2025 Kota Tual masih berada pada posisi yang baik di tingkat Provinsi Maluku.

Selain itu, Pemerintah Kota Tual juga terus mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional, di antaranya Sekolah Rakyat Terintegrasi, pembangunan perumahan rakyat, program ketahanan pangan, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Berdasarkan hasil survei, terdapat 19 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri atas tujuh titik di kawasan aglomerasi dan 12 titik di wilayah terpencil,” ujar Renuat.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian inflasi serta penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendukung percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 juta bagi sejumlah koperasi di Kota Tual.

Di sektor administrasi kependudukan, Pemerintah Kota Tual terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Capaian pelayanan administrasi kependudukan, antara lain kepemilikan Akta Kelahiran mencapai 99,8 persen, Akta Kematian 100 persen, Akta Perkawinan 100 persen, serta perekaman KTP elektronik sebesar 70 persen.

“Untuk capaian Akta Kematian dan Akta Perkawinan, Kota Tual menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Dalam rangka mempermudah pelayanan, pemerintah juga telah memberikan kewenangan kepada pemerintah desa dan kelurahan untuk membantu pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Renuat menambahkan, Pemerintah Kota Tual juga terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengendalian inflasi, menjaga ketersediaan pangan, serta menjamin distribusi bahan pangan kepada masyarakat.

Di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Pemerintah Kota Tual telah menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan serta membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagai upaya meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Keberhasilan pengendalian inflasi juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pada November 2025, Kota Tual berhasil meraih predikat Kota Terbaik I kategori kota kecil tingkat nasional dalam pengendalian inflasi. Selanjutnya pada tahun 2026, Kota Tual kembali menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri disertai insentif sebesar Rp3 miliar untuk mendukung program pengendalian inflasi daerah.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kota Tual terus mendorong pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Dari 10 koperasi yang dibangun, lima telah selesai 100 persen, sedangkan lima lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Salah satu koperasi yang telah menunjukkan perkembangan positif adalah Koperasi Desa Lebetawi yang berhasil mengekspor 13 ton ikan beku ke Weda pada 12 Mei 2026.

Sementara itu, di bidang teknologi informasi, Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah menghadirkan akses internet di 20 lokasi yang mencakup sekolah dan puskesmas pada sejumlah kecamatan.

Pemerintah Kota Tual juga membangun Zona Aman Sekolah (ZoSS) di sejumlah sekolah sebagai upaya meningkatkan keselamatan pelajar, sekaligus terus meningkatkan pelayanan transportasi dan penataan lalu lintas.

Atas berbagai capaian tersebut, Kota Tual kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia selama delapan kali berturut-turut sejak 2018 hingga 2025.

Renuat menegaskan, seluruh capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Tual untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Menelusuri Jejak Sejarah Kota Tual, Dari Pusat Administrasi Hindia Belanda hingga jadi Daerah Otonom di Maluku

Memasuki era reformasi, aspirasi masyarakat untuk menghadirkan pemerintahan yang...

Lawan “Tragedi Nol Buku”, 30 Siswa Ambon Lolos ke Final Lomba Bertutur 2026

Lomba tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Ambon, Elly...

Kesempatan Terakhir Tahun Ini Jadi Bakal Sarjana Unggul Siap Kerja, Polikant Segera Tutup PMB

Tinggal menghitung hari! Pendaftaran Mahasiswa Baru Politeknik Perikanan Negeri...

‎Warga Algadang Keluhkan Pemotongan Bantuan Beras-Minyak, Kebijakan Kades Jadi Sorotan

‎"Boleh tanya semua warga desa Algadang yang menerima bantuan,...