40 Positif, GTPP Covid-19 KKT Batasi Transportasi Udara dan Laut

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

“40 orang itu, ada anak usia 3 dan 5 tahun. Juga usia yang paling tua 66 tahun ada 4 orang,” sebut Kadis.


Saumlaki, suaradamai.com – Tercatat sampai, Rabu (9/9/2020), hasil uji lab terhadap 240 penumpang KM Sabuk Nusantara 34, terkonfirmasi positif 40 orang. Tersisa 43 lagi yang masih menunggu hasilnya.

Jumlah ini diungkapkan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, dalam jumpa pers bersama media di ruang rapat utama Kantor Bupati, Kewarbotan. Dimana dari 240 penumpang, 147 diantaranya adalah warga KKT atau juga yang datang tujuan KKT.

Untuk itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan (GTPP) Covid-19 KKT, memutuskan untuk satu bulan kedepan, terhitung Rabu 9 September hingga 14 Oktober mendatang, dibatasi untuk kapal penumpang orang. Sedangkan angkutan kapal kargo maupun kapal barang tetap diijinkan. Sementara untuk transportasi udara, bagi pesawat komersil, mulai Senin 14 September baru berlaku pembatasan hingga 14 Oktober nanti. Hanya diperbolehkan pesawat TNI/Polri maupun pesawat kargo serta pesawat dengan kepentingan khusus yang bisa diijinkan masuk Saumlaki.

“Saya juga tadi ingatkan Kadis Perhubungan untuk bicarakan dengan pihak maskapai, agar pesawat Wings yang masuk ke Saumlaki harus satu pesawat itu saja, jangan campur-campur. Sebab di pesawat juga tidak terjamin steril. Bisa saja ada yang sudah terpapar, tapi kita tidak tahu,” tandas Bupati Petrus.

Dalam rapat tersebut juga menegaskan agar segala kegiatan yang akan melibatkan banyak orang, supaya ditiadakan. Aktifitas persekolahan ditutup sementara seminggu kedepan. Bupati Petrus, juga meminta semua pihak untuk tidak menyalahkan siapapun dalam persoalan ini. Untuk itulah hanya diperlukan solusi, konsep dan dukungan semua lapisan masyarakat.

“Pastikan agar warga kita tidak panik, ekonomi tetap berjalan. Hanya perlu langkah pencegahan dan disiplin. Mari kita serahkan dan percaya tim medis untuk menanganinya,” ujar dia.

Dengan demikian, lanjut Bupati, rencana pencegahan secara terpadu telah dilakukan. Sedangkan dari aspek kebijakan maupun penganggaran, Pemda bersama dengan DPRD akan mendukung. Untuk itu, Gustu telah gerak cepat dengan mengambil langkah-langkah penanganan dan pencegahan. Dengan menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk antisipasi.

“Dari arahan Gustu Provinsi, saya rapat internal dengan tim dokter kota bahwa dengan fasilitas kesehatan yang terbatas, maka harus ada pembatasan warga yang masuk dalam KKT untuk kurun waktu tertentu. Artinya kita tidak buka seluas-luasnya untuk masuk. Maka kebijakan pembatasan sementara itulah yang kita sepakati bersama,” tandas Bupati Petrus.

Sementara itu, secara teknis dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan KKT dr. Edwin Tomasoa, bahwa jumlah 40 orang yang dinyatakan positif, 28 orang dengan tujuan Saumlaki telah dikarantina pada dua lokasi yakni tempat Futsal, Pasar Omele, Perumahan Pemda Desa Kabiarat serta Puskesmas Lorulung. Dari angka itu, 1 orang merupakan ABK KM Sanus 103 yang rapid tesnya sudah reaktif. Sedangkan 12 orang lainnya yang positif sementara melanjutkan perjalanan dengan KM Sanus 34 menuju MBD.

“40 orang itu, ada anak usia 3 dan 5 tahun. Juga usia yang paling tua 66 tahun ada 4 orang,” sebut Kadis.

“Malam ini kita akan pisahkan yang positif dan negatif. Puskesmas Lorulung untuk kelompok tidak bergejala. Sedankan RSUD PP Magrety dikhususkan untuk yang bergejala ringan, sedang dan berat,” jelas dia.

Editor: Labes Remetwa

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU