“Saya yakin koperasi ini akan mampu menciptakan lapangan kerja baru dengan menyerap tenaga kerja lokal dan melibatkan generasi muda dalam unit-unit usaha yang produktif,” ujar Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy.
Bintuni, suaradamai.com – Kabupaten Teluk Bintuni menjadi daerah yang paling cepat dalam program pembentukan Koperasi Merah Putih di Provinsi Papua Barat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa, menyebutkan sebanyak 115 kampung dan 2 kelurahan di Tanah Sisar Matiti sudah 100 persen menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk pembentukan koperasi dimaksud.
“Kabupaten Teluk Bintuni merupakan kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan progres nomor satu dari kabupaten lain yang ada di Papua Barat,” ungkap Pattikawa dalam laporannya saat acara launching Koperasi Merah Putih di Kampung Sidomakmur, Distrik Aroba, Senin (21/7/2025).
Pattikawa menambahkan, dari 117 kampung, 94 kampung sudah memiliki akta notaris dan 58 kampung telah mengantongi Administrasi Hukum Umum (AHU).
Dengan kata lain, sebanyak 58 kampung atau 50 persen dari 117 kampung di Teluk Bintuni sudah membentuk Koperasi Merah Putih.
Pattikawa berkomitmen setelah acara peluncuran secara serentak hari ini, pihaknya bakal mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih hingga 100 persen.
Pattikawa menambahkan, saat ini ada dua koperasi yang menjadi percontohan (mock up) dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di Teluk Bintuni, yakni Koperasi Merah Putih Banjar Ausoy di Distrik Manimeri dan Koperasi Merah Putih Sidomakmur di Distrik Aroba.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy meyakini kehadiran Koperasi Merah Putih bakal menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha-usaha mikro lainnya.
Sehingga usaha-usaha ini bisa memiliki akses yang luas terhadap permodalan, pelatihan, dan pemasaran.
Lebih lanjut, Manibuy berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi pendorong utama dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal.
“Saya yakin koperasi ini akan mampu menciptakan lapangan kerja baru dengan menyerap tenaga kerja lokal dan melibatkan generasi muda dalam unit-unit usaha yang produktif,” ujar Manibuy.
Editor: Labes Remetwa





