Pengembangan infrastruktur gas di Maluku diarahkan tidak hanya untuk mendukung pemanfaatan potensi gas Masela, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru. PLN Energi Gas menargetkan pengembangan unit di seluruh kabupaten/kota dengan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.
Ambon, suaradamai.com — PT PLN Energi Gas menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan dan pengembangan infrastruktur gas di Provinsi Maluku. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung pemanfaatan potensi gas Masela sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, mengatakan pihaknya merencanakan pembangunan dan pengembangan jaringan gas yang ditargetkan menjangkau seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku.
“Kami dari pihak PLN Energi Gas telah berkomitmen untuk mempertegas komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, khususnya di kawasan Indonesia Timur dan lebih khusus lagi di Provinsi Maluku yang memiliki potensi gas Masela,” kata Saiful.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur gas tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja.
Setiap unit atau cabang infrastruktur gas diperkirakan dapat menyerap sekitar 500 hingga 1.000 tenaga kerja, dengan tenaga kerja lokal menjadi prioritas.
“Nantinya di Kota Ambon maupun di masing-masing kabupaten/kota akan dibentuk cabang atau unit PLN Energi Gas. Kami menargetkan pengembangan tersebut dapat menjangkau seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku,” ujarnya.
Dorong Efisiensi Energi
Saiful menjelaskan, pemanfaatan gas juga berpotensi mendukung penyediaan listrik yang lebih efisien dan ekonomis.
Selama ini, sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel masih menggunakan bahan bakar minyak yang berdampak terhadap biaya penyediaan energi.
“Gas menurut pandangan kami merupakan sumber energi yang lebih efisien dan ekonomis. Dengan pemanfaatan gas, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan listrik dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus mendapatkan daya dan pasokan listrik yang lebih optimal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan infrastruktur gas akan disesuaikan dengan karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan.
Selain jaringan perpipaan dan fasilitas penyimpanan, distribusi gas ke sejumlah wilayah juga akan didukung moda transportasi laut menggunakan kapal.
Sejumlah infrastruktur dasar gas yang telah tersedia di beberapa wilayah, lanjut Saiful, akan dikembangkan dan diperluas agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan adanya pengembangan gas Masela dan ketersediaan sumber gas, infrastruktur yang sudah ada akan kita kembangkan kembali dan diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah di seluruh kabupaten/kota di Maluku,” katanya.
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Selain membuka lapangan kerja, pembangunan infrastruktur gas diharapkan memberikan dampak ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan bantuan sosial.
Saiful menegaskan pihaknya akan berupaya mempercepat proses pembangunan infrastruktur tersebut dan berharap tahapan realisasinya dapat segera dimulai.
“Saya sebagai Komisaris Utama dan kebetulan saya juga merupakan orang Maluku, tentu memiliki komitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas di daerah ini,” pungkasnya.







